SuaraRiau.id - Pemerintah memperpanjang PPKM Luar Jawa-Bali selama 3 minggu yaitu hingga 8 November 2021. Perpanjangan tersebut lebih lama dari Jawa-Bali yang hanya 2 pekan.
PPKM Pekanbaru periode ini berstatus masih tetap level 2 bersama dengan Dumai. Sementara sepuluh daerah lain di Riau menerapkan PPKM Level 3.
Penyebab Pekanbaru masih menerapkan PPKM Level 2 lantaran berbagai aspek. Di antaranya masyarakat yang suka bepergian ke luar daerah, dan tidak jujur dalam setiap informasi pemeriksaan tracing Covid-19.
Walikota Pekanbaru Firdaus mengakui daerahnya sulit turun ke PPKM Level 1. Selain masalah vaksinasi warga lanjut usia,tracing kontak erat yang harus mencapai 1:14 sulit didapat.
"Mereka menyampaikan kesulitan tracing yang terkena COVID-19, karena banyak berpergian ke mana-mana sehingga sulit untuk mencapai 14 (kontak erat). Itu yang pertama. Yang kedua ada juga yang tidak mau membuka dan tidak jujur menjawab, ini juga menjadi kendala," terang Firdaus dikutip dari Antara, Rabu (20/10/2021).
Faktor lain juga yang menghambat Pekanbaru turun ke level 1 yakni belum maksimalnya vaksinasi lansia. Namun ini akan segera digesa lewat upaya jemput bola ke rumah-rumah warga.
"Kami akan gesa vaksinasi lansia doorto door," kata Firdaus.
Sedangkan untuk mengatasi dua kendala yang menghambat PPKM level 1 itu, warga diimbau agar mau jujur dalam memberikan data sehingga akan mempercepat penanganan Covid-19 dan dapat memenuhi indikator untuk turun ke PPKM level 1.
Indikator lain seperti vaksin khususnya lansia sudah tidak menjadi patokan lagi karena sudah terpenuhi. Lansia di Pekanbaru sudah 34 lebih persentasenya. Kalau untuk keseluruhan realisasi vaksinasi sudah 70 lebih.
"Makanya untuk vaksin kita tidak jadi ukuran lagi karena sudah terpenuhi oleh kita. Hanya satu saja indikator kontak erat tadi. Maka untuk kontak erat ini kita minta, tidak hanya petugas di Puskesmas maupun kamtibnas tapi juga pak RT RW supaya juga mengingatkan kepada warga yang terpapar tadi menyampaikan informasi secara jujur," ujar Wali Kota.
Firdaus juga meminta kepada petugas, menghadapi kontak erat agar tidak kaku karena sudah ada gambaran dan petunjuknya.
Selain itu, ia juga tidak bosan mengimbau masyarakat disiplin pada protokol kesehatan dengan tetap menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencegah mobilitas interaksi. (Antara)
Berita Terkait
-
Jakarta PPKM Level 2, Pemprov DKI Mulai Buka Area Publik, Kapasitas 25 Persen
-
PPKM Turun Level 2, Anies Bolehkan Tempat Bermain Anak di Mal Dibuka Lagi
-
10 Daerah Riau Terapkan PPKM Level 3, Pekanbaru dan Dumai Level 2
-
Cuaca Panas Terjadi di Pekanbaru, Begini Penjelasan BMKG
-
Harimau Mati Terjerat Kawat Seling di Bengkalis Dievakuasi ke Pekanbaru
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Demi Dongkrak PAD, Pemprov Riau Lakukan Penjaringan Petinggi BUMD yang Baru
-
Kebakaran Hanguskan Belasan Toko di Peranap Indragiri Hulu
-
Giliran 3 ASN Pemprov Riau Diperiksa di Kasus Korupsi Flyover Simpang SKA
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Pekanbaru, Rabu 25 Februari 2026
-
Daftar Harga Sawit Mitra Plasma Riau Periode 25 Februari-3 Maret 2026