SuaraRiau.id - Nahdlatul Ulama (NU) bakal menggelar Muktamar ke-34 di Lampung pada akhir Desember 2021 mendatang.
Selain Ketua PBNU saat ini, Said Aqil Siradj, nama Kiai Haji Yahya Cholil Staquf disebut akan maju menjadi orang nomor satu di NU tersebut.
Yahya Cholil Staquf atau yang kerap disapa Gus Yahya itupun mengklaim telah mendapat dukungan dari 80 persen PWNU se-Indonesia untuk menjadi calon ketua umum
"Saya sudah mendapat dukungan sekitar 80 persen pengurus NU dari berbagai provinsi," terang Gus Yahya usai melihat kesiapan lokasi muktamar di Bandar Lampung, Senin (18/10/2021).
Mengutip Antara, PWNU yang disebut-sebut mendukung Gus Yahya antara dari Lampung, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.
"Dukungan ini makin memantapkan niat saya untuk mengabdi di NU yang lebih maksimal ke depan," ujar dia.
Gus Yahya, Minggu (17/10/2021) malam, menggelar silaturahmi dengan jajaran PWNU dan pengurus cabang NU (PCNU) se-Lampung di Resto Rumah Kayu Bandar Lampung.
Hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Ketua Tanfiziah dan Katib Syuriah PWNU Lampung, ketua PCNU Kota Metro, Lampung Utara, Lampung Selatan, Mesuji, Pringsewu, Tanggamus, Waykanan, Tulang Bawang, dan Sekretaris PCNU Tulang Bawang Barat.
Gus Yahya yang saat ini menjabat sebagai Katib Aam PBNU menyatakan tekadnya maju dalam pencalonan Ketua Umum PBNU didasari keinginan mengabdi dan membesarkan NU, bukan untuk mengincar jabatan, batu loncatan, dan lain sebagainya.
Menurutnya, ia ingin terus membesarkan NU agar menjadi lebih baik berbekal pengalamannya selama ini sekaligus bertekad menguatkan muruah organisasi kemasyarakatan Islam yang usianya hampir satu abad itu.
"Saya ingin bekerja hanya untuk NU, mengabdi kepada NU, dan membesarkan NU," kata mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.
Selain tidak akan terjun ke politik praktis, menurut Gus Yahya, ada beberapa hal yang menjadi agendanya jika mendapatkan mandat sebagai Ketua Umum PBNU mendatang, yakni percepatan penataan dan konsolidasi organisasi serta reorientasi NU dengan cara desentralisasi yang terkonsolidasi.
Mendapat penjelasan langsung dari Gus Yahya, sejumlah pengurus PWNU dan PCNU se-Lampung pun menyatakan memiliki pandangan satu visi dengan pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah itu.
Mereka juga bersepakat dengan menandatangani surat dukungan untuk Gus Yahya.
PWNU Lampung telah menyiapkan dua lokasi untuk kegiatan Muktamar Ke-34 NU, yakni di Kampus UIN Raden Intan Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah.
Tag
Berita Terkait
-
80 Persen Suara PWNU dan PCNU Diklaim Dukung Gus Yahya Jadi Caketum PBNU
-
Disebut Ideal Gantikan Said Aqil Siradj, Kiai Marsudi Syuhud Siap Jadi Caketum PBNU
-
PWNU Jatim Tegaskan Dukung ke Gus Yahya Staquf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-34 NU
-
Dukung Kemerdekaan Palestina sejak 1938, NU: Seharusnya Tak Ada Lagi Praktik Penjajahan
-
PWNU Jatim Inginkan Figur Pemimpin Baru yang Berani Melawan Radikal dan Intoleransi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
BRI Perkuat Manajemen Risiko Perbankan di Tengah Tekanan Geopolitik Global
-
Kasatnarkoba Polresta Pekanbaru Dicopot Imbas Terima Duit buat Lepas Pelaku Narkoba
-
Dari Titik Terendah ke Tanah Suci: Perjalanan Siti Patimah Azzahra Bersama PNM
-
Dari Modal Rp250 Ribu hingga Jadi Ikon Kuliner, Perjalanan Ayam Panggang Bu Setu
-
Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto