SuaraRiau.id - Provinsi Riau berada diposisi 8 dari 10 besar raihan medali PON XX Papua. Riau mengumpulkan 67 medali dengan rincian 21 emas, 25 perak, dan 21 perunggu.
Dengan raihan ini, kontingen Riau berhasil memenuhi target dan harapan mantan Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis yang baru wafat sekitar 6 bulan lalu.
Hal itu pun terbukti berkat kerja keras dan kerja sama para kontingen Riau yang berangkat ke tanah Papua.
Sekretaris KONI Riau Deni Ermanto menyebut bahwa target berada di sepuluh besar sudah tercapai.
Bahkan kata Deni, jumlah perolehan medali dari 27 cabang olahraga yang ditandingkan pada PON ini melebihi perolehan medali pada PON Jawa Barat 2016 yang hanya 18 medali emas dari 37 cabang olahraga.
"PON lalu Riau 18 medali emas, sedangkan sekarang dengan 27 cabor, kita bisa 21 emas. Ini kan menunjukkan bahwa perolehan medali sudah meningkat dari yang sebelumnya," ungkapnya.
Adapun rinciannya, 21 emas didapat dari Cabang Olahraga Dayung di nomor K-1 1000 M Putra, Dayung nomor K-1 200 M Putra, Senam di nomor Beregu Putra, senam di nomor Perorangan Serba Bisa, dayung di Slalom C-1 Putra, Panahan di Fita Compound-Aduan Perorangan Putra, Senam nomor Perorangan Per Alat-Palang Tunggal.
Selanjutnya pada cabang olahraga Anggar di nomor Degen Individual Putri, Anggar di nomor Floret Individual Putra, Anggar di nomor Floret Team Putri, Anggar di nomor Degen Team Putri. Kemudian angkat besi di nomor Kelas 87 Kg Putri, anggar di nomor Degen Team Putra dan cabang olahraga renang di nomor 400 M Gaya Ganti Perseorangan Putri.
Lalu cabang olahraga angkat berat di nomor Kelas 59 Kg Putra, Renang di nomor 100 M Gaya Dada Putri, Angkat Berat di kelas 74 Kg Putra, Kempo di nomor Randori Kelas 65 Kg Putra, Angkat Berat di kelas 93 Kg Putra, Tinju di Kelas 49 Kg-52 Kg Putra serta Renang di nomor 50 M Gaya Dada Putri.
Baca Juga: Begini Bentuk Antusiasme Masyarakat Indonesia Dukung PON XX Papua
Selanjutnya untuk 25 medali perak datang dari cabang olahraga dayung nomor K-1 500 M Putri, Dayung nomor K-1 200 M Putri, Senam nomor Perorangan Serba Bisa, senam nomor Perorangan Per Alat, Muaythai Kelas 43 Kg Putri, Taekwondo di nomor Gyorugi-Heavy (Over 73 Kg : max 73,01 Kg) Putri, Anggar du nomor Floret Individual Putri.
Selanjutnya Senam di nomor Perorangan Per Alat-Palang Sejajar putra, Atletik di nomor 110 M Gawang Putra, Aerosport di nomor F1A (Glider Tarik A2) Putri, Atletik di nomor Lontar Martil Putri, Anggar nomor Degen Individual Putra, Anggar nomor Sabel Team Putra, Anggar nomor Floret Team Putra dan akuatik di nomor 200 M Gaya Punggung Putri.
Kemudian Atletik di nomor Lontar Martil Putra, Renang di nomor 200 M Gaya Dada Putri, Angkat Berat di Kelas 47 Kg Putri, Angkat Berat di Kelas 52 Kg Putri, Angkat Berat di Kelas 83 Kg Putra, Renang di kelas 200 M Gaya Ganti Perseorangan Putri, Angkat Berat di Kelas 84 Kg Putri, Angkat Berat di kelas Kelas 105 Kg Putra, Atletik di kelas Lompat Tinggi Putra dan Renang 200 M Gaya Kupu-kupu Putri.
Selanjutnya untuk 21 medali perunggu datang dari cabang olahraga sepatu roda nomor ITT 300 M Putra, senam nomor beregu putri, Wushu di nomor Sanda - kelas 70 Kg Putra, Senam di nomor Perorangan Per Alat - Kuda Pelana Putra, Taekwondo di nomor Gyorugi - Heavy (Over 87 Kg : max 87,01 Kg) Putra, Menembak di nomor Individual 25 M Rapid Fire Pistol Putra, Layar di nomor Laser 4.7 Putra.
Anggar di nomor Degen Individual Putra, Catur di nomor Beregu Catur Cepat Putra, Panahan di nomor Nasional - Aduan Beregu Putra, Renang di nomor 400 M Gaya Ganti Perseorangan Putri, Angkat Berat di Kelas 66 Kg Putra, Karate di nomor Kumite - Under 75 Kg Putra, Kempo di nomor Randori Kelas 55 Kg Putri.
Angkat Berat di Kelas +84 Kg Putri, Biliar di nomor English Billiard - 100 Single, Wushu di kelas Sanda - Kelas s/d 48 Kg Putra, Muaythai di Kelas 48 Kg Putra, Tae Kwon Do di nomor Gyorugi - Bantam (Under 53 Kg : max 49,01 Kg - 53,00 Kg) Putri, Sepak Takraw di nomor Quadrant Putra dan tinju di kelas 46 Kg - 49 Kg Putra.
Berita Terkait
-
Ketika Prestasi Tidak Menjamin Jalan Pendidikan Menjadi Lebih Mudah
-
Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Anak Pejabat Riau Positif Ganja gegara Hirup Asap di Toilet, Cuma Direhabilitasi
-
Anak Bupati di Riau dan Selebgram Jalani Rehabilitasi usai Ditangkap Pesta Narkoba
-
Curhat Travel Umrah Riau Akibat Harga Minyak Tinggi, Sawit Anjlok saat Rupiah Lemah
-
Ketika Aroma Rendang Kurban Akhiri Pelarian Napi Rutan Pekanbaru
-
Manggala Agni Terus Padamkan Karhutla Seluas 20 Hektare di Kandis Siak