"Pak Hans Kalipke itu lebih dulu jumpa dengan Pak Sutarmo guru saya. Almarhum (Sutarmo) mengatakan bawa ia punya anak didik, namanya Agar, alamat di Jalan Diponegoro Pekanbaru. Jadi Pak Sutarmo itu yang mengirim Pak Hans Kalipke ke saya," tuturnya mengenang.
Tujuannya, saat itu Hans berniat ingin dibantu dan leluasa dalam menerjemahkan bahasa Sakai di Riau. Tentu, ia butuh seorang translator untuk menerjemahkan penyampaian orang Sakai yang ditemuinya di lapangan.
Dalam kisah hidup tokoh sakai ini, peran Sutarmo juga sangat berharga baginya. Agar mengingat, sosok Sutarmo merupakan guru sekolah yang mempunyai dedikasi tinggi, dia merupakan masyarakat suku Jawa. Namun demikian, dalam benak Agar, kecintaan sang guru itu terhadap budaya dan sosial Sakai melebihi orang Sakai itu sendiri.
"Beliau itu (Sutarmo) lebih Sakai daripada orang Sakai," ujarnya.
Lantas, pertemuannya dengan Hans Kalipke tersebut pun berlanjut, kisah panjang perjalanan Agar Kalipke bisa sampai ke Jerman itu dimulai sejak masa itu. Kurang lebih dua tahun berselang, Hans dengan Agar akrab dan menjalin kerjasama tak terikat.
Di Riau, Hans Kalipke memiliki misi untuk meneliti seluk-beluk suku Sakai dan suku-suku asli lainnya, utamanya yaitu tentang cara-cara dan pola pemikiran dasar anak sakai, serta cara belajar suku asli ini sendiri.
"Jadi yang beliau dapatkan di suku Sakai yaitu learning by doing, belajar sesuatu sambil melaksanakannya. Misal orang tua membuat anyaman, nah itu anak juga ikut. Jadi yang didapat, teori dan praktek sejajar, itu yang didapat beliau," kata dia.
Diajak ke Jerman
Pada 1982, Agar yang sudah berulang kali membantu kerja-kerja Hans di Riau itu pun diajak bertandang ke negara Jerman. Tapi Agar sempat meragukan ajakan orang bule itu, ia menganggap bahwa yang disampaikan Hans tersebut hanya gurauan semata.
"Setelah itu, tahun 1982, beliau bergurau dengan saya, 'jalan-jalan ke Jerman yuk', saya iyakan saja saat itu tanpa berpikir panjang," ungkap Agar.
Tak lama setelah berselang, Hans Kalipke pun pulang lebih dulu ke negerinya. Masa-masa itu, Agar terus terngiang atas ajakan tersebut, namun ia masih tetap saja meragukannya.
Berselang setengah tahun kemudian, Hans rupanya kembali menagih ucapannya untuk membawa Agar ke Jerman.
"Karena kita (Sakai) menjunjung tradisi, saya pun tanya ibu dan bapak. 'Pak saya diajak tuan itu ke Jerman'. Bapak saya mengizinkan, tapi ibu gak bolehin karena takut ada apa-apa (di sana)," kenangnya.
Lantas karena tekad yang begitu kuat, Agar pun memutuskan untuk berangkat juga. Ayah Agar Kalipke yang merupakan kepala perbatinan Sakai masa itu terus mengingatkannya supaya berhati-hati dan mawas diri.
Petuah 'Anak laki-laki gak boleh mati di rumah' menjadi cambuk semangat bagi Agar untuk berkelana. Niat dalam benaknya masa itu untuk belajar dan mencari pengalaman hidup baru.
Berangkat seorang diri
Dengan kemampuan bahasa Inggris yang masih terbata-bata, Agar memantapkan diri untuk berangkat ke Jerman menemui Hans. Walaupun ada rasa takut dan risau di benaknya kala itu, namun semangat yang besar tersebut melunturkan rasa takut.
Berita Terkait
-
Festival Mandi Safar Digelar di Pulau Rupat, Tanda Pariwisata Mulai Bergeliat
-
Kisruh Uang Saku Atlet Muaythai PON Papua, Ini Kata KONI-Pengkab Bengkalis
-
Innalillahi, Tokoh Sakai Riau Mohammad Yatim Meninggal Dunia
-
Upaya Sakai Jaga Rempah Tetap Berlimpah di Tengah Hutan Adat Makin 'Terjajah'
-
Lolos Masuk Polisi, Anak Suku Sakai Gelar Syukuran hingga Ziarahi Leluhur
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah