SuaraRiau.id - Seorang pejabat di Rokan Hulu (Rohul) mempunyai harta senilai Rp 1,8 triliun lebih. Hal tersebut sontak membuat heboh lantaran melebihi harta Gubernur Riau yang tercatat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).
Pejabat itu bernama Umzakirman yang merupakan Kepala Bagian di Sekretariat Rokan Hulu. Dalam catatan LHKPN-nya, ia dituliskan memiliki sejumlah aset di antaranya lima bidang tanah dan bangunan dengan total mencapai total Rp 1,8 triliun.
Menanggapi kejadian itu, Kadiskominfo Kabupaten Rokan Hulu, Yusmar menyebut telah terjadi kesalahan input data.
"Informasi terakhir setelah dikonfirmasi oleh Inspektur Kabupaten Rokan Hulu kepada yang bersangkutan (Umzakirman), hal tersebut disebabkan karena terjadinya kesalahan input data pada waktu pengisian LHKPN," kata Yusmar seperti dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (9/9/2021).
Kesalahan input data LHKPN pernah terjadi kepada seorang Wakil Camat di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jan Hider Osland.
Kala itu data harta Wakil Camat itu yang disetor ke LHKPN bahwa memiliki tanah senilai Rp 900 miliar. Jan pun mengakui dia salah ketik ketika membuat laporan harta.
Sebidang tanah yang seharusnya bernilai Rp 900 juta dilaporkan Jan bernilai Rp 900 miliar.
Permasalahan akurasi data menjadi salah satu pekerjaan rumah besar dalam LHKPN. Bahkan KPK menyebut 95 persen data tak akurat.
"Berita buruknya, di samping kecepatan verifikasi ini, ternyata 95 persen LHKPN yang kita lakukan pemeriksaan detail terhadap kebenaran isinya itu 95 persen memang tidak akurat secara umum," terang Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam diskusi webinar LHKPN yang disiarkan di YouTube KPK RI.
Kejujuran dan kehati-hatian pejabat negara dalam mengisi LHKPN menjadi hal yang krusial sebagai indikasi Keterbukaan informasi publik dan Pencegahan.
Dengan kehati-hatian, kabar menghebohkan yang memiliki harta hingga 1,8 triliun seperti catatan Umzakirman.
Berikut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara, atas Nama Umzakirman tertanggal 1 Februari 2021:
Data Harta
Tanah dan Bangunan: Rp. 1.801.140.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 699 m2/1200 m2 di Kab/Kota Rokan Hulu, Hasil Sendiri Rp 600.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 299 m2/160 m2 di Kab/Kota Rokan Hulu, Hasil Sendiri Rp 400.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 4864 m2864 m2 Kab/Kota Rokan Hulu, Hasil Sendiri Rp 1.800.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/420 m2 Kab/Kota Rokan Hulu, Hasil Sendiri Rp 70.000.000
- Tanah dan Hangunan Seluas 420 m2M420 m2 di Kab/Kota Rokan Hulu, Lainnya Rp. 70.000.000
Alat Transportasi dan Mesin: Rp 324.000.000
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Lahan Munjul, KPK Panggil 2 Pegawai Dealer Motor
-
Winda Viska Buka Suara Terkait Pemeriksaan Suami di KPK
-
Winda Viska Mendadak Marah-marah, Imbas Suami Diperiksa KPK?
-
Tak Ada Kemauan Lapor LHKPN, Tunjukan DPR Tak Niat Bebaskan dari Godaan Korupsi
-
Ketua KPK Beri Peringatan Ini di Hadapan 120 Anggota DPRD Jawa Barat
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Satgas Udara Gempur Karhutla Inhil dan Inhil dengan 3 Heli Water Bombing
-
Ribuan Titik Panas Masih Kepung Sumatera, Riau Turun Drastis
-
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap
-
Kecelakaan di Tol Bangkinang, Ustaz dan Dosen Meninggal
-
Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera, Pengaruhi Kualitas Udara Riau