“Profile beberapa akun top pendukung Lois memiliki karakteristik yang mirip. Dan dalam cluster sebelumnya tampak mereka saling berjejaring,” tulis Ismail dilansir dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (14/7/2021).
Peta analisis Drone Emprit menunjukkan klaster pendukung dr Lois digabungkan dengan peta isu vaksin Covid hasilnya makin menunjukkan siapa saja irisan yang mendukung dokter perempuan yang menghebohkan jagat Tanah Air belakangan ini.
Ternyata dalam peta yang lebih luas, klaster pendukung dokter Lois membentuk klaster sendiri dalam peta percakapan soal vaksin Covid-19.
Dalam peta vaksin Covid berjejalan beberapa latar belakang akun yakni tampak netizen dengan berbagai latar belakang, seperti oposisi, nakes, aktivis politik, media, netizen umum, dan akun-akun pro pemerintah.
“Sebagian pendukung @LsOwien ini dekat dengan kalangan Oposisi. Tapi tak semua oposisi setuju dengan Lois, dan tak semua pendukung Lois itu oposisi. Oposisi banyak yg satu cluster dengan nakes, media, dan aktivis politik terkait vaksin covid. Banyak beri kritikan ke pemerintah,” ungkap Ismail.
Nah analisis lanjutan dari Drone Emprit menunjukkan, narasi yang disampaikan Dokter Losi itu ternyata pendukungnya kebanyakan adalah mereka yang yakin atau percaya dengan teori konspirasi.
Meskipun demikian Ismail menggarisbawahi, tak semua kalangan oposisi yang mendukung Dokter Lois itu percaya teori konspirasi.
“Kl kebetulan percaya, mereka manfaatkan @LsOwien untuk menyerang pemerintah juga, misal dengan menambahkan tagar #PakPresidenKapanMundur,” tulis Ismail.
Ismail menganalisis kenapa narasi yang dimainkan dr Lois meski terlihat halu, dengan mengaku sebagai dokter paling ilmiah sedunia itu, begitu laris didukung. Ternyata narasi Dokter Lois itu dianggap satu frekuensi untuk narasi antivaksin yang kerap digelorakan kaum pengiman teori konspirasi.
“Ini bisa menjawab pertanyaan mengapa orang seperti @LsOwien yang pernyataanya mengandung waham (misal: saya paling ilmiah sedunia) dan tidak berdasar, bisa diikuti dan dipercaya banyak orang. Karena: satu frekuensi dengan narasi anti vaxxer, oposisi, dan/atau teori konspirasi,” tulis Ismail.
Berita Terkait
-
Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!
-
Teori Konspirasi Timnas Lolos Piala Dunia 2026 hingga Agenda FIFA, Apakah Benar?
-
Benarkah Fogvid-24 Senjata Biologis? Fakta di Balik Kabut Tebal di AS
-
Menguak Teori Konspirasi Jay Z dan Beyonce: Benar Anggota Freemason dan Illuminati?
-
Dari Grammy Hingga Kematian Tragis: Teori Konspirasi Mengerikan Menghantui Beyonce
Terpopuler
- Advokat Hotma Sitompul Meninggal Dunia di RSCM
- Hotma Sitompul Wafat, Pengakuan Bams eks Samsons soal Skandal Ayah Sambung dan Mantan Istri Disorot
- 10 HP Midrange Terkencang Versi AnTuTu Maret 2025: Xiaomi Nomor 1, Dimensity Unggul
- 6 Rekomendasi Parfum Indomaret Wangi Mewah Harga Murah
- Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim 2025 Kapan Dibuka? Jangan sampai Ketinggalan, Cek Jadwalnya!
Pilihan
-
Jadwal Dan Rute Lengkap Bus Trans Metro Dewata di Bali Mulai Besok 20 April 2025
-
Polemik Tolak Rencana Kremasi Murdaya Poo di Borobudur
-
8 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Memori 256 GB Terbaik April 2025
-
5 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan Memori 256 GB Terbaik April 2025
-
Hasil BRI Liga 1: Comeback Sempurna, Persib Bandung Diambang Juara
Terkini
-
Link DANA Kaget Gratis, Tambahan Modal Jalan-jalan Liburan Akhir Pekan
-
Sambut Hari Kartini, PNM Dukung Perempuan Sehat dan Mandiri sebagai Pilar Indonesia Emas 2045
-
Survei RiauOnline Ungkap Kemampuan Agung Nugroho-Markarius Anwar Pimpin Pekanbaru
-
Fakta-fakta Viral Dugem di Sel: 14 Tahanan Diperiksa hingga Kepala Rutan Pekanbaru Dicopot
-
Kesempatan Ditransfer Ratusan Ribu, Buruan Ambil DANA Kaget Kamis 17 April 2025