SuaraRiau.id - Kabar Harun Masiku sudah ditembak mati mendapat tanggapan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Paul.
Ia membantah perihal isu tersebut yang menyebut bahwa Harun Masiku meninggal dunia akibat ditembak mati.
Pernyataan Ronald disampaikan dalam acara Aiman pada Senin 14 Juni 2021. Awalnya, Ronald ditanyai Aiman Witjaksono terkait penyidikan terhadap kasus Harun Masiku.
“Apakah Anda pernah melakukan hal ini, ada salah satu atasan yang meminta kasus Harun Masiku pending dulu, tapi Anda tetap lanjut?” tanya Aiman dikutip Terkini.id--jaringan Suara.com, Kamis (17/6/2021).
Ronald Paul pun kemudian mengaku dirinya sempat menangani kasus itu. Akan tetapi, tiba-tiba kasus tersebut dialihkan ke orang lain.
“Pernah saya jalani sampai perkara itu tidak diserahkan pada saya,” jawab Ronald.
Ronald kemudian membeberkan beberapa alasan yang menghambat penyidikan kasus Harun Masiku.
Aiman pun akhirnya menanyakan perihal isu yang beredar perihal Harun Masiku telah ditembak mati.
“Saya pastikan kami sudah melakukan penggeledahan dan memanggil keluarga Beliau bahwa beliau belum meninggal,” tutur Ronald.
“Tidak ditemukan surat kematian apa pun. Sampai sekarang saya rasa tidak ada bukti yang mengatakan yang bersangkutan sudah meninggal,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Penyidik AKP Robin, KPK Periksa Wiraswasta Agus Susanto
-
Azis Syamsuddin Diperiksa 9 Jam, Ini yang Didalami Penyidik KPK
-
Cara Licik Harun Masiku Agar HP Tak Disadap dan Susah Terdeteksi
-
Penyidik KPK Ikut Tes Wawasan Kebangsaan : Allahu Akbar Itu Radikal
-
Respon KPK Usai Dengar Harun Masiku Ada di Indonesia
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Klaim Karhutla Sudah Lenyap, BPBD: Asap di Riau dari Provinsi Tetangga
-
Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara
-
Siak Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Level Tidak Sehat
-
Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah
-
Detik-detik Kelahiran Anak Gajah di Kawasan Konservasi TNTN