SuaraRiau.id - Karyawan SPBU di Mundam, Kota Dumai digegerkan dengan aksi perempuan muda berinisial DJP (18) yang nekat menenggak cairan pembersih lantai untuk bunuh diri.
Diketahui, sebelum terkapar di toilet SPBU, wanita ini datang sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BM 5223 RX, pada Jumat (11/6/2021) petang.
Usai menenggak cairan pembersih lantai tersebut, mahasiswi inipun terkapar dengan mulut berbusa dan segera dievakuasi oleh petugas kepolisian dan medis menggunakan ambulans.
Kapolres Dumai melalui Kapolsek Medang Kampai AKP M Sahudi pada saat itu langsung mendatangi lokasi kejadian guna memberikan pertolongan pertama dan selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Medang Kampai.
"Keterangan saksi selaku pengawas SPBU Mundam bahwa Korban DJP (18) datang dengan mengendarai motor Honda Beat warna orange BM 5223 RX berhenti di SPBU dan langsung menuju toilet," kata Sahudi, Sabtu (12/6/2021).
Aksi nekat yang dilakukan mahasiswi ini terjadi di toilet SPBU tersebut, dia diduga frustasi lantaran masalah keluarga.
Kemudian wanita muda ini dibawa ke RSUD Kota Dumai untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Dijelaskannya, pada saat itu, korban mencoba bunuh diri dengan cara meminum cairan pembersih lantai jenis Vixal. Setelahnya itu, wanita muda ini langsung muntah-muntah dan pingsan.
"Sementara berdasarkan keterangan orangtua korban, pada saat ini korban merupakan mahasiswa semester 3. Selama dua hari belakangan, korban sering mengurung diri di kamar dengan alasan adanya perselisihan dengan orangtua korban," ungkapnya.
Sehari sebelumnya, lanjut Sahudi, korban telah kabur dari rumah dengan membawa sejumlah pakaian miliknya.
Sebelum melakukan percobaan bunuh diri, korban terlebih dahulu mengirimi pesan kepada adiknya yang berisi "kamu harus menjadi anak yang baik, kakak jangan dicari karena tidak akan pulang lagi, jangan seperti kakak yang banyak menghabiskan uang banyak," ucap Kapolsek menirukan isi pesan tersebut.
Menurutnya, aksi percobaan bunuh diri ini nekat dilakukan korban karena alasan permasalahan keluarga.
"Sementara hingga pukul 20.00 WIB malam, korban sudah sadarkan diri dan sudah dapat berkomunikasi dengan tenaga medis maupun orangtua korban, namun masih harus mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," sebut dia.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Berita Terkait
-
Berharap Pelabuhan Dumai Kembali Dihidupkan, Ribuan Pengangguran Bisa Bekerja
-
Waduh! Percobaan Bunuh Diri Anak Perempuan Meningkat Saat Pandemi
-
Rampok Teman Sendiri, Wanita Ini Gunakan Obat Tetes Mata Sebagai Racun
-
Maria Goretti, Wanita Cantik Tewas di Jurang Sunset Point Berusia 29 Tahun
-
Pemkot Dumai Ingatkan Bakal Tunda Bansos Jika Warga Tolak Divaksin
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Polda Riau Sebut Perselisihan Emak-emak Picu Ricuh Sarang Narkoba di Panipahan
-
Massa TNTN Kembali Aksi di Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi!
-
Viral Warga Rohil Geruduk Tempat Dugem usai Heboh Serbu Rumah Bandar Narkoba
-
Demo TNTN di Kantor Gubernur Riau Hari Ini, Lalu Lintas Pekanbaru Dialihkan
-
Manfaat Limbah Sawit, Bisa Tekan Ketergantungan Impor Pupuk Kimia