SuaraRiau.id - Sebanyak 16 potong pipa minyak milik PT Chevron Pacific Indonesia yang beroperasi di Duri, Kabupaten Bengkalis hilang dicuri. Usut punya usut, pelakunya ternyata pekerja sub kontraktor perusahaan migas tersebut.
Tak hanya sekali, saat diinterogasi pihak kepolisian, para pelaku ini ternyata sudah puluhan kali mencuri asset penunjang pendapatan daerah tersebut.
Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengungkapkan, pihaknya menangkap 4 pelaku, yang mana 2 diantaranya adalah pekerja sub kontraktor.
Dijelaskannya, dua karyawan sub kontraktor CPI yakni IR berperan sebagai pengumpul dan ES seorang sopir dan pengumpul. Kemudian DS dan AL berperan sebagai pemotong dan pengangkut pipa besi.
"Empat tersangka ini diamankan satreskrim Polres Bengkalis," kata Hendra.
Pada saat penangkapan, polisi lebih dulu menangkap tiga orang ES, DS dan AL di Jalan Lintas Duri-Dumai KM 4 Kulim, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis dengan barang bukti 1 bus karyawan warna silver yang berisikan potongan pipa besi berjumlah 17 batang berbagai ukuran.
"Barang bukti yang berhasil diamankan, selain sejumlah potongan pipa besi, juga mobil minibus karyawan, kemudian tiga helai baju kerja warna biru, sepatu, ponsel, dua unit tabung gas, dan peralatan pemotong besi," jelasnya.
Saat di interogasi, sopir ES berperan mengangkut besi-besi diarea 10 J446D milik PT CPI itu atas permintaan IR, yang merupakan sub kontraktor CPI bertugas di bidang pemeliharaan pipa. Polisi pun langsung memburu IR ini, dan berhasil ditangkap di kediamannya di Desa Balai Makam, Bengkalis.
"IR mengaku telah mengirimkan pesan kepada ES untuk mengangkut pipa besi di lokasi yang telah ditentukan. Besi-besi itu diambil oleh tersangka IR pada saat melakukan pekerjaan penggantian pipa. Kemudian sebelum diangkut disembunyikan terlebih dahulu," ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Amankan Warga Lampung Terkait Illegal Logging di Giam Siak Kecil
Kapolres menjelaskan, untuk ksi pencurian ini sudah mereka lakukan 60 kali, sejak Oktober 2020 lalu.
Sementara itu untuk penadah masih dalam pengejaran atau DPO polisi Atas kejadian ini, CPI mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta lebih.
"Perbuatannya dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 4, dan ke 5 Jo pasal 374 Jo Pasal 372 jo pasal 480 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tutur Kapolres.
Kontributor : Panji Ahmad Syuhada
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla