Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Sabtu, 10 April 2021 | 16:41 WIB
Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Ade Armando. [Dok SMRC]

Lebih lanjut, Ade kemudian menyinggung jika kelakuan Atta dan Aurel saat bulan madu tak patut untuk ditiru.

Bagaimana tidak, mereka seolah tak memikirkan dan peduli terhadap kondisi mayoritas masyarakat Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.

“Atta itu ada perwakilan dari Crazy Rich Indonesia baru. Orang kaya baru, yang lazim mempertontonkan kemewahan,” katanya.

Diketahui, di kanal Youtube Atta, ia dengan bangga menunjukkan bagaimana dia membelikan barang-barang mewah buat dirinya, keluarganya, dan buat Aurel.

Bahkan ada videonya yang berjudul: Work Hard Pray Hard, di mana di dalamnya Atta bilang “I Am The King”, sambil menunjukkan koleksi mobilnya.

Kata Ade, apa yang dipertontonkan Atta dan Aurel disesalkan karena dianggap menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia.

“Ini adalah teladan yang salah, keunggulan kalau bekerja keras. Dia beri contoh, bahwa keberhasilan seseorang dari barang-barang yang dimiliki,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Ade berharap akan lebih baik jika barang-barang yang dibeli Atta, yang notabene merupakan barang impor dan minim sekali manfaatnya bagi ekonomi nasional, dipakai untuk membuka lapangan kerja bagi banyak masyarakat di Indonesia.

Termasuk membesarkan gaji para karyawannya yang sudah berdarah-darah membangun nama besar dirinya.

“Poin saya, ketimpangan kaya-miskin di Indonesia masih tinggi. Karena itu uang tidak boleh dihambur-hamburkan. Melainkan harus digunakan seproduktif mungkin. Agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang masih miskin.” pesan Ade.

Load More