SuaraRiau.id - Video viral aksi tak terpuji dilakukan beberapa remaja terhadap satwa primata langka. Rekaman berisi konten penganiayaan tersebut direspons Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar).
BKSDA Sumbar mengaku bakal lakukan penyelidikan di sejumlah lokasi.
Terkait video penyiksaan satwa tersebut, BKSDA Sumbar dibantu kepolisian setempat sedang menyelidiki dan memburu pelaku.
Menurut Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Ade Putra, pihaknya akan melacak pelaku dan sudah menyebarkan informasi di media sosial dan mendapat respons dari masyarakat.
“Kita mendapat pesan ada yang mengatakan lokasinya di Lubuk Minturun Padang dan ada juga yang menyebut kawasan tersebut seperti di Lintau Buo Tanah Datar,” ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com--jaringan Suara.com, Kamis (1/4/2021).
Ade juga mengimbau masyarakat untuk memberikan keterangan jika merasa mengetahui dan mengenal pelaku.
“Jika ada yang mengetahui lokasi pelaku, segera lapor kepolisian terdekat atau BKSDA,” sebut dia.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang berisikan konten penganiayaan terhadap satwa langka yang viral di media sosial.
Dalam video yang berdurasi 28 detik tersebut, terlihat sejumlah remaja laki-laki menarik-narik ekor satwa langka dilindungi, jenis simpai atau surili Sumatera (Presbytis melalophos).
Di video itu terlihat simpai tersebut menjerit ketakutan dan berlari ke arah sungai sementara itu para pelaku itu tertawa dan berbicara dengan logat bahasa Sumatera Barat.
Video tersebut juga dibagikan akun Instagram @jakartaanimalaidnetwork dan ditonton puluhan ribu netizen.
Disampaikan Ade, simpai adalah jenis primata dari famili Cercopithecidae. Hewan tersebut adalah satwa endemik khas Sumatera dan dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
Berita Terkait
-
Seruan Boikot Naykilla, Buntut Terang-terangan Dukung LGBT
-
Suasana Stasiun Yogyakarta Mendadak Hening Saat Indonesia Raya Diputar, Reaksi Turis Asing Disorot
-
Viral di Medsos, Sapi Menangis Usai Ngamuk dan Seruduk Pemilik karena Mau Dijual
-
Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
3 Bedak Murah yang Natural, Tahan Lama buat Kondangan dan Arisan
-
Rencana Monopoli Ekspor Komoditas Strategis Berpotensi Gugatan Arbitrase Internasional
-
Pemadaman Listrik Berjam-jam: Kafe Merugi, Kulkas Mati Bikin Produk Rusak
-
Rugi Warga Akibat Blackout, Alat Elektronik Terbakar Gegara Voltase Naik-Turun
-
2 Pria Terciduk Ngeganja di Kafe Pekanbaru saat Pemadaman Listrik Total