"Sudah banyak para panglima kerajaan Siak yang mencoba membasmi para lanun, tapi tak ada satupun yang dapat mengalahkan Megat, malah mereka sendiri yang tewas jadi korban," jelas Azhar, belum lama ini.
Pada masa itu, Gombak Bauk sebelum digelari Panglima ketika mendengar sayembara dari Raja langsung pergi secara diam-diam mengunakan perahu ke daerah Tanjung Jati, singkat cerita, di sana dia ketemu dengan para lanun (perampok) dan langsung naik ke atas kapal.
Minal lalu menantang para lanun untuk adu kesaktian. Setelah lanun mengaku kalah dan menyerah panglima Minal lalu membawa para tawanannya kepada Raja Siak.
"Kemudian Raja Siak membuat acara pelantikan guna memberikan gelar pada Panglima Minal. Setelah mendapatkan gelar, ia tinggal di Bengkalis dan mendirikan masjid yang pertama di Kota Bengkalis ini," ceritanya.
Seiring berjalan waktu, masjid yang awalnya terbuat dari kayu tersebut semakin bergairah. Kemudian terus berkembang sampai saat ini dibantu sumbangan masyarakat secara pribadi maupun pemerintah, hingga akhirnya masjid ini berkembang sampai seperti sekarang.
Konon, menurut warga Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis ini, masjid kuning sebenarnya awal dibangun tidak diberi nama oleh Panglima Minal.
Selesai membangun masjid ini Panglima Minal bersama istrinya juga menanam pohon kenanga di sisi kanan dan kiri masjid.
Saat itu, Panglima Minal berkata warna bunga kenanga yang pertama kali berbunga akan di jadikan nama Masjid.
"Ternyata bunga cempaka warna kuninglah yang duluan berbunga, maka panglima Minal memberikan nama Masjid Kuning," kata Azhar.
Baca Juga: Jelang Ramadan, 3000 Imam dan Marbot di Kepri Diberi Vaksin AstraZeneca
Pohon inilah kemudian tumbuh besar dan bunga-bunga kenanga berwarna kuning terus berguguran di atas masjid, sehingga lama-kelamaan menutupi masjid tersebut.
Salah satu situs sejarah dan kebudayaan peninggalan tokoh terdahulu ini bisa diakses kapan saja dan oleh siapa saja. Masjid ini masih kokoh berdiri dan digunakan sebagai sarana ibadah umat muslim.
Jika berkunjung ke Kabupaten Bengkalis, masjid ini bisa jadi salah satu referensi tujuan wisata sejarah untuk mengenal lebih dalam kisah-kisah lampau.
Pengurus masjid dan warga setempat juga ramah-ramah dan menjunjung tinggi adab dan adat istiadat kepada para tamu.
Kontributor : Panji Ahmad Syuhada
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
Terkini
-
Karhutla Riau Capai 20.691 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Penyumbang Terbesar
-
Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030
-
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Makin Pekat
-
Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang
-
Penggerebekan MP Club, Polisi Periksa 8 Orang Terkait Peredaran Narkoba