Petani kelapa sawit saat memanen hasil kebunnya di Duri, Kabupaten Bengkalis. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]
"Sawit mahal, tapi lagi musim trek. Hasil panen jadi menurun," ujarnya.
Kendati demikian, para petani yang menggantungkan hidup pada komoditi sawit tersebut tetap bersyukur dengan adanya kenaikan harga yang tinggi.
Yang dikhawatirkan, jika tidak ada kenaikan, mereka para petani justru harus menelan pil pahit apabila sawit di harga yang rendah.
"Walau begini, tetap disyukuri. Jadi pas sawit trek, harga tinggi masih bisa lah dapat sedikit-sedikit. Yang hajab apabila musim trek dan sawit malah murah, itu yang kita khawatirkan ini," tuturnya.
Kontributor : Panji Ahmad Syuhada
Tag
Berita Terkait
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?
-
Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam
-
Fakta Unik Biodiesel B50: Target Kurangi Impor Solar hingga Manfaat Minyak Sawit
-
Apa Itu Biodiesel B50? Wajib Beredar 1 Juli 2026, Ini Bedanya dengan Solar Biasa
-
Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
5 Mobil Keluarga Bekas Pengganti Avanza, Hemat dan Tangguh Dipakai Harian
-
Jadwal Pasar Murah di Empat Wilayah Riau, Digelar 13-17 April 2026
-
Momen Kapolres Rohil Main HP saat Wakapolda Riau Bahas Pemberantasan Narkoba
-
Polda Riau Sebut Perselisihan Emak-emak Picu Ricuh Sarang Narkoba di Panipahan
-
Massa TNTN Kembali Aksi di Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi!