SuaraRiau.id - Kabar duka menyelimuti Sumatera Barat, eks Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit di Jakarta akibat penyakit yang dideritanya.
Wafatnya Bupati Tanah Datar periode 2000-2005 itu disampaikan Kasubag Humas Pemkab Tanah Datar, Muharman pada Jumat (12/3/2021).
"Benar, telah berpulang kerahmatullah mantan Bupati Tanah Datar, Bapak Masriadi Martunus Rahmatullah di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta Jumat (12/3)," kata Muharman dikutip dari Antara di Batusangkar.
Muharman berharap almarhum khusnul khotimah dan diampuni segala salah dan dosanya serta diterima segala amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan turut berduka cita atas kepulangan mendiang untuk selamanya.
Dikatakan Eka Putra, sosok Masriadi adalah Bupati Tanah Datar periode 2000-2005 dan banyak sekali kemajuan selama beliau memimpin daerah ini, terutama soal peningkatan pendapaan asli daerah (PAD) dan efisiensi anggaran.
"Mari kita doakan beliau diterima di tempat terbaik di sisi-Nya, semoga beliau syahid dan segala sumbangsih beliau membangun daerah menjadi amal jariyah untuk almarhum. Kita doakan juga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, aamiin," ujar dia.
Tak hanya itu, Eka Putra juga mengimbau warga Tanah Datar untuk mengirimkan doa bahkan kalau memungkinkan warga Tanah Datar bersama untuk melaksanakan shalat gaib untuk almarhum.
"Saya mengimbau warga Tanah Datar untuk mengirimkan doa, bahkan kalau memungkinkan mari kita laksanakan shalat gaib untuk beliau," pesan Eka.
Belakangan, setelah dikonfirmasi perihal penyebab meninggalnya Masriadi Martunus, Kepala Dinas Kominfo yang juga Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, menyebut Masriadi meninggal dunia setelah terinfeksi virus Corona.(Antara)
Berita Terkait
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Prabowo Kembali Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Sumatera Barat
-
Penampakan Langka, Kelinci Belang Sumatera Terekam di Kawasan Konservasi Bukit Barisan
-
Warga di Tanah Datar Meninggal Dunia Usai Ditendang Sapi Kurban Idul Adha
-
29 Warga Korban Banjir Bandang di Kabupaten Tanah Datar Sumbar Belum Ditemukan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sekolah TK-SMP di Pekanbaru Diliburkan Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau