SuaraRiau.id - Di balik manisnya harga kelapa sawit saat ini, aroma bau busuk dan menyengat harus setiap hari dihirup warga Siak. Aroma asap pembuangan disebut datang dari cerobong milik pabrik kelapa sawit di berbagai tempat.
Di antaranya, pabrik kelapa sawit (PKS) itu PT TKWL yang berada di Kecamatan Bunga Raya dan Kecamatan Siak. Kemudian, PT BIM yang berada 15 Kilometer dari jantung Kota Siak yakni berada di Kecamatan Dayun.
Fenomena itu terus menjadi pertanyaan warga di masing-masing wilayah sekitar tempat berdirinya pabrik kelapa sawit tersebut.
Michael Sianturi warga Kecamatan Dayun yang setiap hari melintasi pabrik kelapa sawit milik PT BIM menceritakan bau busuk yang harus warga hirup saat kepulan asap dari cerobong pabrik keluar.
"Jujur, busuk sekali bau asap yang keluar dari cerobong itu,kadang buat sesak untuk bernafas," kata Michael sembari menunjuk cerobong asap milik PT BIM.
Hal senada juga dikatakan Turyono warga Kecamatan Bunga Raya yang setiap hari aktifitasnya melintasi pabrik PT TKWL.
Keluhan yang sama juga dilontarkan terkait asap yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit itu.
"Kalau pagi bau busuk datang dari parit tepi jalan, kalau sore menjelang malam bau busuk datang dari asap yang dikeluarkan dari cerobong," kata Turyono kepada SuaraRiau.id.
Masih kata Turyono, apakah persoalan limbah asap dan limbah lainnya terus diawasi pemerintah daerah Siak soal bahaya dan dampaknya.
"Apakah semua limbah itu sudah sesuai peraturankah? Atau apakah ada sosialisasi akan bahaya dari asap yang dikeluarkan dari cerobong pabrik kelapa sawit itu? Sampai saat ini warga semuanya tidak tahu," ungkap Turyono.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak melalui Kepala bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, Ardayani mengatakan bahwa asap yang dikeluarkan dari cerobong asap tersebut sudah sesuai standar baku mutu dari pemerintah.
"Dari laporan per 6 bulan yang kami terima sudah memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah," kata Ardayani kepada SuaraRiau.id, Selasa (2/3/2021).
Disinggung soal bahaya yang ditimbulkan akibat asap yang dikeluarkan dari cerobong pabrik kelapa sawit, Arda mengaku untuk di Kabupaten Siak semuanya masih dalam batas toleransi.
"Masih dalam batas yang ditoleransi, kecuali 24 jam, asap gelap terus ke mana-mana," kata Arda.
Disinggung pelaporan perusahaan setiap enam bulan itu Dinas Lingkungan Hidup Siak turut ikut kelapangan melakukan kroscek atau tidak, Arda mengklaim hanya melakukan pengawasan melalui virtual.
Berita Terkait
-
Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?
-
Ketika Sawit Meluas, Akankah Hutan Bertahan untuk Generasi Mendatang?
-
Utang Rp1,6 Triliun Lunas, Sidang Korupsi Eks Pejabat BRI Tetap Berlanjut: Apa Alasannya?
-
Update Karhutla Riau: Siak Tuntas, Kerumutan 4 Hari Tanpa Titik Api
-
Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu
-
Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan
-
Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala