Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Kamis, 28 Januari 2021 | 10:12 WIB
Permadi Arya alias Abu Janda seusai membuat laporan di Bareskrim Polri. (Suara.com/Arga).

Abu Janda kemudian bereaksi dengan kicauan Gus Sahal, ia meminta Gus Sahal melihat konteks kalimatnya menyampaikan Islam itu arogan.

“Jangan diambil tanpa konteks donk yai @sahaL_AS, itu ngejawab cuitan tengkuzul yang provokatif rasis, bukan twit mandiri di temlen,” balas Abu Janda membela diri.

Gara-gara kicauannya, Abu Janda menjadi bulan-bulanan kritikan di media sosial dan terjadi twitwar Abu Janda vs Tengku Zulkarnain.

Warganet dan beberapa tokoh meminta polisi untuk menangkap Abu Janda. Tak pelak, topik perbincangan Abu Janda menjadi trending di media sosial.

Ternyata kicauan Abu Janda soal Islam agama arogan ini bermula dari kicauan dari Ustaz Tengku Zulkarnain. Twitwar Abu Janda vs Ustaz Zulkarnain ini sampai berlarut-larut sampai menyeret Kyai Maruf Amin pula.

Dalam kicauannya Ustaz Tengku Zulkarnain mengulas arogansi minoritas dalam sejarahnya bakal tumbang juga. Kicauan ini mengulas arogansi minoritas di luar Indonesia.

“Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” tulis Tengku Zul dalam kicauannya pada Minggu 24 Januari 2021.

Ungkapan itu kemudian disambar oleh Permadi Arya alias Abu Janda.

Abu Janda membalasi kicauan Ustaz Tengku Zulkarnain dengan menyoal arogansi laku Islam pada kearifan lokal yang berkembang di Indonesia. Twitwar tak terelakkan.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasa aurat,” tulis Abu Janda.

Load More