Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Selasa, 26 Januari 2021 | 10:36 WIB
Pengamat politik sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando. [Dok SMRC]

Berhijab bukan kearifan lokal
Ia juga membantah anggapan yang mengatakan bahwa berjilbab merupakan kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat.

Sebagai contoh, dia menyebut sejumlah alim ulama termasyur pada zamannya, yakni Buya Hamka dan Muhammad Natsir. Kedua tokoh itu justru tidak mewajibkan penggunaan jilbab kepada anak-anaknya.

“Kalau ada yang berargumen bahwa berjilbab adalah kearifan lokal Sumatera Barat yang sudah berakar selama berabad-abad, dia jelas bohong. Coba saja lihat foto-foto keluarga tokoh muslim dari Sumatera seperti Buya Hamka dan Muhammad Natsir. Perempuan-perempuan di keluarga ulama besar itu tidak berjilbab,” tuturnya.

Ade menjelaskan perempuan muslim di tanah air baru berjilbab sejak tahun 1990-an. Selain itu dia juga mengaitkan antara penggunaan jilbab dengan masuknya paham wahabi dan gagasan negara Islam khilafah.

“Di Indonesia, perempuan muslim baru berjilbab pada tahun 1990-an. Bahkan di Sumatera yang dianggap lebih puritan dibandingkan di Jawa misalnya, berjilbab adalah fenomena yang baru berkembang belakangan,” jelas dia.

“Kaum muslimat di Indonesia baru berjilbab sejak masuknya paham Wahabi, konservatisme Islam, ada gagasan negaran Islam, ada khilafah, dan seterusnya,” tambahnya.

Kendati demikian Ade Armando menegaskan pernyataan tersebut tidak bermaksud menyudutkan kaum muslimat yang berjilbab. Tetapi berjilbab merupakan soal keyakinan dan preferensi yang tidak bisa dipaksakan kepada setiap orang.

Berjilbab atau tidak, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kualitas dan integritas seseorang.

“Saya tidak ingin mengatakan berjilbab itu salah atau terbelakang. Tapi berjilbab adalah soal keyakinan dan bahkan soal preferensi. Berjilbab tidak punya korelasi dengan kualitas dan integritas,” tegasnya.

“Berjilbab adalah gaya berpakaian yang tidak ada standar absolutnya. Bahkan ulama besar lulusan Al Azhar, Mesir seperti Profersor Doktor Quraish Shihab tidak menganggap berjilbab itu wajib bagi muslimat. Lihat saja putrinya, Najwa Shihab,” imbuhnya.

Load More