Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 25 Januari 2021 | 16:12 WIB
Subhan Zein alias Siken saat menunjukkan beberapa makam korban Covid-19 di TPU Tengku Mahmud Palas, Rumbai, Pekanbaru. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Jarak tempuh untuk sampai ke lokasi pemakaman tersebut pun tidaklah singkat, dari pusat Kota Pekanbaru, pemakaman khusus ini berjarak sekitar 25 kilometer, atau estimasi waktu sekitar 40 menit.

Terkadang estimasi waktu dari proses pemulasaraan jenazah di rumah sakit hingga sampai ke liang lahat pun berbeda-beda. Bagi Siken yang sudah terbiasa menunggu, hal itu tidak menjadi kendala yang serius.

"Lubang kadang sudah kita sediakan, tapi jenazahnya lama sampainya, jadi sering sampai tengah malam kita nunggu. Ada yang meninggal jam 2 malam, pagi baru jenazahnya sampai sini," kata dia.

Meskipun tidak seekstrem awal-awal dulu, menurut Siken, dirinya setiap hari mesti tetap menyediakan minimal empat lubang baru. Bagi dia, tanggung jawab tersebut merupakan amanah yang mesti dijalani dalam masa pandemi seperti sekarang.

Saat ini, TPU Tengku Mahmud Palas tersebut sudah menampung sebanyak 493 makam korban Covid-19 sejak wabah itu mulai merebak pada April 2020.

Tempat pemakaman tersebut dibedakan dengan pemakaman masyarakat umumnya, makam korban Covid-19 tersebut berada di areal ujung lahan seluas 10 hektare, tepat di ujung jalan setapak yang dibangun pemerintah.

Sejauh ini, Siken ingat betul identitas para jenazah yang sudah dimakamkannya, lantaran semua data dan identitas itu telah dikantongi.

Siken bercerita, awal-awal pasien Covid-19 berguguran, dia masih merasa takut dengan rutinitasnya itu. Sebab pengetahuan yang minim tentang virus tersebut dan kegelisahannya terus menjadi momok baginya, namun lama kelamaan, aktivitas itu dinikmatinya dengan penuh ketulusan.

"Kalau takut itu pasti ya, tapi karena tanggung jawab itu ya mau gak mau, harus dihilangkan takutnya," kata bapak lima anak ini.

Kuburan pertama, rintangan paling berat
Siken teringat, awal-awal ditugaskan Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Pekanbaru untuk menguburkan jenazah yang meninggal akibat terpapar Covid-19 rasa ketakutan yang besar terus menyelimutinya setiap saat.

Load More