SuaraRiau.id - Melakukan hubungan seks dengan pasangan identik dengan waktu malam atau pagi hari. Nyatanya setiap pasangan pada umur tertentu memiliki energi seksual maksimal pada jam-jam tertentu.
Dikutip dari Independent, seorang pakar tidur menunjukkan bahwa berhubungan seks dengan pasangan tergantung pada usia.
Hal tersebut disebabkan karena jam-jam tertentu di mana libido sesorang lebih tinggi tergantung usia.
"Jam tubuh Anda berubah seiring bertambahnya usia. Ini sebenarnya mengontrol setiap sistem tubuh dan triliun sel dalam tubuh Anda," kata Dr Kelley, rekan peneliti klinis di Institut Ilmu Saraf Tidur dan Sirkadian Universitas Oxford.
"Dalam banyak hal, kita memiliki pengaturan waktu yang tepat, tetapi banyak yang tidak memperhatikannya," sambungnya.
Menurut pakar tidur dan tubuh ini, berikut jam ideal berhubungan seks tergantung usia, antara lain:
Umur 20-an
Dokter Kelley menunjukkan bahwa puncak libido untuk kelompok usia ini terjadi pada pukul tiga sore. Meskipun umur 20-an dapat melakukan seks kapan saja, namun ada puncak energi seksual pada jam ini di usia dua puluhan. Hormon estrogen pria memuncak pada jam tiga sore.
Menurut Hello Sehat, pada usia ini, estrogen, progesteron, dan testosteron berada pada tingkat tertingginya. Lonjakan hormon ini baik saat Anda merencanakan untuk memiliki keturunan.
Umur 30-an
Pada usia 30-an, pergeseran jam tubuh membuat Anda bangun lebih pagi, jadi berhubungan seks lebih awal adalah ide yang bagus.
Dokter Kelley menunjukkan bahwa pada pukul 8.20 pagi, testosteron meningkat pada pria maupun wanita di usia 30-an di jam setelah 9 pagi.
Umur 40-an dan 50-an
Untuk usia 40-an, Dokter Kelley merekomendasikan seks beberapa saat setelah jam 10 malam sebelum Anda tidur.
Walaupun tubuh memiliki energi maksimal seks di jam-jam tertentu, namun pakar menegaskan bahwa Anda tetap bisa melakukan hubungan seks kapan saja sesuai keinginan diri sendiri dan pasangan.
Berita Terkait
-
Sempat Dituduh Tutupi Kasus KBGO, FT UGM Akhirnya Nonaktifkan 10 Mahasiswa
-
Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik
-
Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim
-
Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan
-
Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu
-
Klaim Karhutla Sudah Lenyap, BPBD: Asap di Riau dari Provinsi Tetangga
-
Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara
-
Siak Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Level Tidak Sehat
-
Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah