SuaraRiau.id - Kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau menjamin stok kondom bagi peserta Keluarga Berencana aktif pasangan usia subur, bisa mencukupi kebutuhan sampai dua tahun ke depan.
Dengan begitu, potensi terjadinya "baby boom" dapat ditekan terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah pengadaan kondom cukup banyak dan peserta KB aktif bisa mendapatkannya dengan mudah, sehingga kekhawatiran terjadinya peningkatan jumlah ibu-ibu hamil bisa ditekan," kata Kepala BKKBN Perwakilan Riau Mardalenawati Wati Yulia di Pekanbaru.
Ia menyebutkan itu di sela acara pemaparan materi tentang Kebijakan pelayanan kontrasepsi pada krisis kesehatan akibat bencana, oleh Direktur Bina Kesertaan KB Wilayah Khusus BKKBN Pusat Evi Ratnawati.
Menurut Mardalena Wati, untuk peserta KB baru periode Januari - September 2020 pencapaian sudah mencakup 7 persen dan itu sudah cukup banyak dapat terlayani melalui kegiatan bakti sosial, dengan membantu masyarakat mulai pukul 08:00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.
Waktu pelayanan yang singkat, katanya, juga diberikan pada warga dengan jumlah yang terbatas namun tetap ditambah hari pelaksanaannya guna menghindari kerumunan, sedangkan tim medis yang melayani juga menggunakan alat pelindung diri dengan lengkap.
"Kebijakan tersebut ditetapkan dalam upaya menekan penyebaran COVID-19, disamping itu tim medis dan peserta KB aktif tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, menjalani pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak fisik aman," katanya.
Direktur Bina Kesertaan KB Wilayah Khusus BKKBN Pusat Evi Ratnawati mengatakan dalam menghadapi pandemi COVID-19, Kepala BKKBN pusat menerbitkan SE Nomor 8 Tahun 2020 tentang pembinaan kesertaan ber-KB dalam 72 jam pasca bencana COVID-19
Bencana COVID-19 merupakan bencana non alam, kata Evi, maka kesertaan KB aktif harus lebih ditingkatkan agar jangan terjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan putus pakai alkon.
Baca Juga: Depan Anak SMA, Anggota DPD RI Ini Bolehkan Seks Bebas Asal Pakai Kondom
"Setiap ada bencana seperti di pengungsian, jangan sampai terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, begitu pula di masa pandemi kalau dapat dicegah dulu. Lalu bagaimana dengan ibu yang mau melahirkan, dan harus dibekali dengan kontrasepsi?," katanya.
Karenanya petugas harus memastikan keberlangsungan penggunaan alat dan obat kontrasepsi di selama masa krisis bencana, pelayanan KB bergerak, kunjungan ke PUS yang memerlukan kontrasepsi, menurunkan angka putus pakai alat dan obat sehingga mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Selain itu menggerakkan mobil unit penerangan KB ke masyarakat untuk KIE pencegahan COVID-19.
"Langkah-langkah yang harus dilakukan segera adalah menghitung estimasi sasaran PUS, melihat cakupan KB pra krisis, mempertimbangkan jenis alkon yang digunakan dengan kondisi setempat , ketersediaan air bersih, sanitasi, akses sosial budaya dan lainnya," katanya.
BKKBN, katanya menekankan, juga perlu memetakan dan menyediakan sumber daya yang memadai seperti tenaga, fasilitas, tempat dan alkes BHP, dan lainnya. [Antara]
Tag
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
-
Kakak Beradik asal Sumbar Meninggal usai Terlindas Truk di Kampar
-
Klaim Air Sinkhole di Sumbar Bisa Menyembuhkan, Ternyata Mengandung Bakteri E-Coli
-
5 HP Snapdragon 680 Harga 2 Jutaan, Kamera Jernih dan RAM Besar
-
4 City Car Toyota Bekas untuk Wanita atau Orang Tua: Irit dan Bertenaga!