Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Minggu, 11 Oktober 2020 | 20:55 WIB
WF, pelaku pembuang bayinya hidup-hidup ke Sungai Kuantan. [Istimewa]

Plastik tersebut, katanya, digunakan tersangka WF untuk membungkus bayi yang baru dilahirkan oleh kekasihnya DR. Setelah itu, tersangka berjalan membawa bungkusan tersebut ke arah belakang kedainya menuju sungai kuantan.

"Setiba dipinggir sungai lalu tersangka WF ini mengikat bungkusan berisikan bayi tersebut. Setelah terikat lalu tersangka membuang bungkusan tersebut ketengah sungai kuantan dengan cara mengayunkan bungkusan," katanya.

Setelah bungkusan dipastikan hanyut terbawa arus sungai kuantan, tersangka WF kembali ke kedainya untuk menemui kekasihnya DR. Sampai di kedai, tersangka WF membantu DR membersihkan sisa darah usai melakukan persalinan.

"Setelah itu tersangka WF mengantar DR menggunakan sepeda motor melalui belakang kedainya," pungkasnya.

Baca Juga: Buang Janin Hidup-hidup ke Sungai, Pemuda di Kuansing Terancam 15 Tahun Bui

Samsul menambahkan, bayi yang diduga hasil hubungan asmara keduanya saat dibuang dalam kondisi masih hidup.

"Saat mau dibuang bayinya masih hidup," ujar Samsul.

Peristiwa tersebut membuat geger warga yang menemukan jasad bayi yang terbungkus kantong asoi di Pulau Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan pada Selasa (21/7/2020) silam.

Empat hari usai peristiwa tersebut, polisi berhasil menangkap WF (24) warga Hulu Kuantan yang diduga pembuang bayi perempuan dan ditemukan di tepi pulau di Sungai Kuantan di desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan.

Baca Juga: Keji! Ayah di Kuansing Buang Bayi Hidup-hidup ke Sungai Kuantan

Load More