SuaraRiau.id - Minimnya kelurahan di Kuantan Singingi (Kuansing) yang mengajukan pencairan dana ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) membuat realisasi dana rendah.
Seharusnya, September ini kelurahan sudah mengajukan pencairan tahap II dan menyampaikan laporan 50 persen penggunaan dana ini.
Hingga saat ini baru satu kelurahan yang mencairkan dana tersebut dan itu hanya untuk pemberdayaan dan tidak untuk pembangunan infrastruktur.
"Dari 11 kelurahan hanya satu kelurahan yang sudah mencairkan dana tersebut, dan itu hanya untuk pemberdayaan tidak infrastruktur," ujar Kepala BPKAD Kuansing Hendra kepada Riauonline.co.id (jejaring Suara.com), Rabu (23/9/2020).
Hendra menambahkan, realisasi penyaluran dana Kelurahan baru sekitar 5 persen tahun ini dan masih jauh dari harapan.
Tahun kedua Kuansing kebagian dana kelurahan. Masing-masing kelurahan mendapatkan Rp 1,1 Miliar.
Sayangnya, kelurahan belum mampu memanfaatkan dana ini dengan baik.
"Ada banyak faktor mulai keragu-raguan dan kedua juga menyangkut SDM di kelurahan. Tapi ini sebenarnya tidak bisa juga dijadikan alasan," katanya.
Seharusnya kelurahan bisa memanfaatkan tenaga pendamping dari dinas teknis untuk bisa memanfaatkan dana ini baik untuk pemberdaayaan maupun pembangunan infrastruktur.
"Kita sudah ditegur pusat karena realisasi masih rendah, dan kita khawatir untuk tahun berikutnya tidak lagi ditransfer oleh pusat, sehingga nanti akan jadi beban daerah," kata Hendra.
Dia berharap, kelurahan bisa segera memanfaatkan dana ini baik untuk pemberdayaan maupun pembangunan infrastruktur.
"Kita masih punya waktu tiga bulan, kita berharap dana ini dimanfaatkan," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Kasus Suap Jual Beli Jabatan di Kuansing Berlanjut, KPK Geledah Sejumlah Lokasi
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Merasa Difitnah, Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
-
Harga Sawit Riau Nanjak Lagi, Dihargai Rp3.913 per Kg Periode Ini