- Ratusan mahasiswa gabungan berunjuk rasa di Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 20 Oktober 2026.
- Massa mendesak pemerintah mengatasi kabut asap karhutla yang menyebabkan ribuan warga menderita penyakit ISPA.
- Sekda Riau menemui pengunjuk rasa dan menyampaikan rencana pertemuan lanjutan dengan Plt Gubernur Riau.
Ia menegaskan, kehadirannya bukan sekadar untuk menemui massa, melainkan juga mendengarkan langsung tuntutan yang disuarakan para demonstran.
"Saya selaku Sekretaris Daerah Provinsi Riau hadir bersama adik-adik di sini. Kami mendengar dari tadi apa yang adik-adik sampaikan. Kami tidak mendengar dari ruang tertutup," kata Syahrial di hadapan mahasiswa.
Terkait kabut asap, Syahrial menjelaskan bahwa hujan yang turun merupakan hasil operasi modifikasi cuaca yang dilakukan melalui kegiatan penerbangan.
Upaya tersebut menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu penanganan dampak karhutla di Riau.
Meski demikian, mahasiswa tetap meminta agar SF Hariyanto hadir secara langsung untuk berdialog dan memberikan tanggapan atas tuntutan mereka.
Syahrial kembali menjelaskan bahwa Plt Gubernur Riau tidak berada di kantor karena menghadiri kegiatan yang telah terjadwal.
"Pak SF Hariyanto tidak ada di sini. Pak Gubernur sedang menghadiri kegiatan yang sudah teragendakan. Saya yang bertanggung jawab untuk hadir hari ini menerima adik-adik semua," ujarnya.
Penjelasan tersebut belum membuat mahasiswa langsung membubarkan diri.
Massa melanjutkan aksi dengan menggelar teatrikal yang menggambarkan persoalan kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap masyarakat.
Di tengah berlangsungnya teatrikal, Syahrial sempat kembali masuk ke Kantor Gubernur Riau. Menjelang senja, ia kembali menemui mahasiswa dengan membawa kabar setelah menghubungi SF Hariyanto.
Syahrial menyampaikan bahwa Plt Gubernur Riau bersedia bertemu dengan perwakilan mahasiswa dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Provinsi Riau akan menindaklanjuti rencana pertemuan tersebut melalui surat resmi yang dikirimkan kepada masing-masing rektor universitas.
"Saya baru saja menghubungi Plt Gubernur SF Hariyanto. Beliau bersedia bertemu dengan kalian dalam beberapa hari ke depan," ungkap Syahrial.
Kesepakatan untuk menggelar pertemuan lanjutan itu menjadi titik akhir aksi demonstrasi.
Setelah mendapatkan kepastian bahwa aspirasi mereka akan disampaikan langsung kepada Plt Gubernur Riau, mahasiswa Unilak dan UIR akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB.