Mendag juga menyebut kinerjanya telah menjadikan perkembangan inflasi year on year Agustus 2022 masih di level aman yaitu 4,69 persen dengan kisaran target tahun 2022 pada rentang 2-4 persen.
Kedua, surplusnya neraca perdagangan dan peningkatan volume ekspor. Neraca perdagangan Januari sampai Agustus terhitung surplus 34,92 miliar dolar AS. Sedangkan, total ekspor Januari hingga Agustus 194,60 miliar dolar AS. Angka ekspor itu meningkat sekitar 34,42 persen dibandingkan 2021.
Ketiga, keberhasilan Kemendag dalam penandatanganan IUAE-CEPA (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement). Hasilnya, tarif bea masuk dari yang tadinya 25 persen menjadi 0 persen.
Keempat, Kemendag berhasil menindak sejumlah barang yang tidak sesuai standar dan ketentuan. Ada tiga penindakan, di antaranya penyegelan produk baja yang tidak sesuai standar senilai Rp41,68 miliar. Lalu Kemendag memusnahkan 750 bal pakaian bekas impor senilai Rp8,5 miliar.
Sementara itu, inspeksi produk hewani eks impor pelanggar aturan senilai Rp120,5 miliar.
Kelima, terkait integritas Kemendag, Zulhas telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) penegakan hukum dan pencegahan korupsi bersama dengan Kejaksaan Agung untuk lebih meningkatkan akuntabilitas birokrasi Kemendag. (Antara)