Pro Kontra Orangtua Ajak Bayi Naik Gunung, Praktisi Parenting Buka Suara

Demikian juga sang ayah yang menggendong ransel, hanya mengenakan kaos pendek dan celana selutut.

Eko Faizin
Rabu, 03 Agustus 2022 | 12:55 WIB
Pro Kontra Orangtua Ajak Bayi Naik Gunung, Praktisi Parenting Buka Suara
Bawa bayi naik gunung. [Instagram/admin_igtainment]

SuaraRiau.id - Seorang warganet bagikan momen membawa bayinya naik gunung. Momen ini dibagikan oleh pemilik akun TikTok @niavennya, Jumat (29/7/2022) lalu.

Dalam video berdurasi 12 detik tersebut dituliskan bahwa bayinya baru berusia 6 bulan saat pertama kali dibawanya naik gunung bersama sang suami.

"Duit bisa dicari, kapan lagi ajak bayi 6 bulan naik gunung untuk pertama kali," tulisnya di dalam video.

Pada video viral tersebut terlihat sang ibu yang tengah menggendong bayinya hanya mengenakan kaos berlengan pendek dan bayinya yang digendong dengan kain batik serta diberi selimut.

Demikian juga sang ayah yang menggendong ransel, hanya mengenakan kaos pendek dan celana selutut.

Video ini lantas menuai berbagai kontroversi. Sejumlah warganet menyayangkan kedua orang tua tersebut. Salah satunya disampaikan @aii*** di kolom komentar.

"aloo, saya jg seorang ibu. alangkah baik nya tidak mengikuti ego sendiri,bayi cukup rentan,baik secara fisik maupun non fisik. bijaklah menjadi orgtua," tulisnya.

"duit bisa d cari.kesenangan bisa d cari bahagia jg bisa d cari oiii nyawa gak bisa d cari...klo mau senang" please lah pikirin tu dede bayi nya," imbuh @imu***.

Namun sang ibu menjelaskan bahwa keluarganya memang tinggal di sekitar lereng Gunung Sumbing yang didakinya.

"sekalian saya jelasin ya keluarga kami tinggal di dekat lereng gunung sumbing," ungkap si ibu.

Seorang praktisi parenting Halimah menanggapi video tersebut dengan mengunggahnya melalui platform media sosial yang sama pada Sabtu (30/7/2022).

Menurut Halimah, membawa bayi dengan usia lebih dari 3 bulan untuk mendaki gunung adalah sesuatu yang aman dilakukan.

"Menurut aku itu adalah sesuatu yang aman untuk dilakukan. Asal harus dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman," jelasnya.

Namun demikian, dirinya menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, di antaranya sensitivitas anak terhadap perubahan udara, serta memperhatikan kebutuhan bayi.

"Kalau dilihat dari tampilannya, bapak dan ibu dari bayi yang aku stitch videonya ini udah punya jam terbang mendaki yang lumayan tinggi," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini