Razman mengaku menolong mantan kliennya tersebut hanya karena rasa belas kasihan bukan ada maksud lain seperti apa yang sudah disampaikan oleh Iqlima dan kuasa hukum barunya.
“Kasihan banget si Kim ini, kamu tuh ada masalah susah saya tolongin, saya ini jangan dizalimi, saya ini nolong. Dan kalau ada pembicaraan saya head to head kepada dia, bicara dan membicarakan mencari ditel kasusnya itu boleh dong," ungkapnya.
Dalam menyikapi tuduhan yang diutarakan Kim kepada dirinya, Razman meminta untuk diselesaikan dengan kepala dingin, bila perlu ia dan Iqlima bertemu dan bicara dari hati ke hati untuk menuntaskan masalah tersebut.
“Gini aja, masalah saya dengan Kim sebaiknya Kim duduk berdua deh sama saya, saya mau tanya apa sih maksudnya Kim, kamu ko seperti itu," ujar Razman.
“Kemarin Hotman, dibilang Hotman itu seperti ya pelecehan gitu ya, kalau ga bener dibantah dong saya, terus saya tunjukin pembicaraan kan tadi," sambungnya.
Sementara itu, mengenai pernyataan Kim terkait pencabutan surat kuasa yang harus dibayar sebesar Rp500 juta, Razman menanggapinya dengan begitu tenang, dan mengungkapkan bahwa sebelum konferensi pers ia sempat berbicara dengan Iqlima Kim di dalam mobil.
Dan ia merasa bersyukur tidak membantu terlalu jauh mantan kliennya tersebut, karena ternyata segala hal yang ia lakukan dengan Iqlima menjadi persoalan.
“Bagi saya itu kalau dia menganggap ada tawaran 500 juta atau apa ya ada pembicaraan antara saya dengan dia, hati kehati mengenai kasus dia, terus dia menampung pikiran-pikiran saya, tapi yang pasti sebelum kami preskon saya berbicara dengan dia dimobil empat mata," kata Razman.
“Tapi saya bersyukur pada Allah, kenapa? Saya tidak terlalu jauh membantu anak ini," sambunya.
Itulah beberapa penjelasan dari Razman Arif Nasution yang membantah pernyataan dari mantan kliennya Iqlima Kim yang disampaikan melalui kuasa hukumnya yang baru Abdul Fakhridz.