Bagi Lucky, agama merupakan keyakinan pribadi masing-masing yang tidak bisa dipaksa oleh orang lain. Sehingga, hanya Tuhan yang bisa menentukan seseorang salah atau benar.
"Apalagi agama itu kan soal keyakinan sendiri ya, jadi kalau Kristen itu mengklaim hanya dia yang benar gimana dengan miliaran orang Tionghoa, Tiongkok, apa mereka salah? Kenapa Tuhan ciptakan mereka juga?," tuturnya.
"Atau mereka yang berbeda di Timur Tengah yang Islam, kalau hanya mereka yang benar, gimana dengan orang Kristen yang lain atau Yahudi dan lain," sambung dia.
Penghakiman tidak berhak dinilai oleh manusia. Lucky mengatakan, manusia hanya perlu menghormati kepercayaan orang lain.
"Dan hormatilah kepercayaan orang lain, tidak boleh kita menghakimi. Kalau dalam filosofi kita, penghakiman itu bukan hak kita, penghakiman itu dari atas, nanti dia yang menilai siapa yang benar, siapa yang salah," jelas Lucky.