Terkait hal itu, penceramah Nahdlatul Ulama ini pun menilai bahwa pernyataan Pendeta Saifudin yang meminta 300 ayat dalam Alquran dihapus telah masuk ke kamar agama lain.
“Pendapat anda tentang penghapusan 300 ayat dalam Alquran telah memasuki kamar orang lain dan ini berpotensi gaduh,” ucapnya.
Maka dari itu, Gus Miftah memperingatkan kepada Pendeta Saifudin agar jangan pernah mencampuri wilayah agama Islam lantaran hal itu bisa menyakiti umat Muslim di Indonesia.
“Maka, plis jangan pernah masuk ke wilayah kamar kami. Karena kalau ini anda lakukan anda tidak hanya menyakiti umat Islam tetapi menyakiti bangsa Indonesia,” tegasnya.
Gus Miftah meminta Pendeta Saifudin untuk berhati-hati dalam berpendapat.
Pernyataannya tersebut dibanjiri komentar netizen di kolom Instagram Gus Miftah.
"Saya pendeta, stuju dengan Gus Miftah," tulis netizen.
"Saya stuju smg banser jg bs bertindak tegas bs sprti apa yg tlh d lkukan kpd ustd2 yg bersebrangan yg jls2 pendeta profokasi," tegas yang lain.
"Ngga lama lagi bakal ada video klarifikasi minta maaf," sahut warganet.