Anwar Abbas: Kelilingi Kabah di Metaverse Tak Bisa Disebut Ibadah Haji

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ikut buka suara terkait 'Kabah Virtual' di Metaverse tersebut.

Eko Faizin
Rabu, 09 Februari 2022 | 18:38 WIB
Anwar Abbas: Kelilingi Kabah di Metaverse Tak Bisa Disebut Ibadah Haji
Jamaah saat melakukan tawaf mengelilingi Kabah ketika menjalani ibadah haji September 2016 lalu. [Ahmad Gharabli/AFP]

"Belum lagi yang menyangkut mabit di Muzdalifah, melempar jumroh di Mina, tawaf di ka'bah, serta sa'i antara Shafa dan Marwa. Itu semua harus dilakukan secara fisik di tempat dan waktu yang sudah ditentukan oleh syara'," sambungnya.

Anwar mengemukakan bahwa kehadiran Virtual Black Stone Initiative bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal Kabah secara virtual dan memotivasi umat Islam untuk pergi berhaji ke Tanah Suci, tapi tidak bisa digunakan sebagai sarana untuk menunaikan ibadah haji.

"Sia-sia kah perbuatan tersebut? Saya rasa tidak, karena hal demikian jelas akan menimbulkan kebaikan dan manfaat bagi yang bersangkutan karena dengan itu dia akan tahu banyak tentang hal-hal yang terkait dengan masalah haji," tegas Anwar Abbas. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini