Lebih jauh, dia justru heran seandainya melihat publik marah-marah lantaran kemunculan baliho tersebut.
“Mengapa marah-marah barisan sakit hati? Kadrun melihat baliho Puan Maharani yang dipasang simpatisan di sekitar desa yang terdampak erupsi Gunung Semeru? Tolong lihat maksud baiknya,” ungkapnya.
Lagipula, kata dia, orang lain juga diperbolehkan memasang baliho pribadi atau kelompok di sekitar lokasi bencana. Asalkan, kata dia, harus yang meneduhkan layaknya Puan.
“Silakan saja simpatisan tokoh-tokoh lain mau memasang baliho juga, tapi harus membuat (korban) merasa teduh,” kata dia.