"Ada 16 perizinan yang harus dan sudah dilengkapi. Totalnya ada tiga kontainer dokumen, dan itu harus dibaca, diverifikasi dan divalidasi oleh OJK. Sehingga tidak begitu saja izin itu bisa dikeluarkan, banyak proses yang sudah harus dilewati dan kami memohon dukungan seluruh pihak, agar proses konversi ini segera terwujud dan menuju grand launching BRK Syariah," katanya.
Direktur Dana dan Jasa BRK MA Suharto mengatakan, untuk mendukung konversi BRK konvensional ke syariah, pihaknya sudah membangun aliansi kerjasama dengan dua perguruan tinggi berbasis Islam, di samping literasi juga sudah dimulai dengan disiapkannya media literasi, serta aliansi dengan masjid-masjid di Riau untuk membangun market place berbasis masjid.
"Apalagi potensi zakat infak, dan sodaqah itu cukup besar sehingga BRK syariah bisa memasukkan vitur-vitur terkait. Selain itu BRK juga sudah membangun 115 ATM guna menambah layanan nasabah untuk mendukung BRK konvensioanl menjadi bank syariah. ATM ini tersebar pada 121 kabupaten dan kota milik BRK," katanya. (Antara)