alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada 13.246 Tenaga Kesehatan di Pekanbaru Disuntik Vaksin Booster

Eko Faizin Sabtu, 07 Agustus 2021 | 16:06 WIB

Ada 13.246 Tenaga Kesehatan di Pekanbaru Disuntik Vaksin Booster
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Para nakes diharapkan semakin terlindungi dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

SuaraRiau.id - Pemkot Pekanbaru menerima vaksin Moderna pada 2 Agustus 2021 untuk disuntikkan kepada 13.246 tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksin dosis ketiga atau penguat (booster).

Dengan vaksinasi booster tersebut, para nakes diharapkan semakin terlindungi dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

"Khusus untuk tenaga medis, penyuntikan vaksin ini sudah dimulai pada 3 Agustus kemarin dan dilakukan secara bertahap, dan vaksin ini merupakan suntikan ketiga," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus dikutip dari Antara, Sabtu (7/8/2021).

Firdaus juga menyebut bahwa untuk masyarakat umum yang belum dapat vaksinasi Covid-19 dosis kedua akan segera disuntik karena telah ada tambahan vaksin Sinovac.

"Jumlah vaksin di tiap daerah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Gubernur diberikan kewenangan dalam pengaturan oleh pusat," ucapnya.

Kebijakan pemerintah pusat yang mengatur pengiriman vaksin dikirim ke daerah dan telah ditentukan jumlahnya. Bagi Riau, jumlah vaksin sudah dibagi pemerintah pusat untuk 12 kabupaten dan kota.

"Jumlahnya ditentukan pusat. Sementara, Pekanbaru membutuhkan lebih banyak vaksin," katanya.

Sementara itu, sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar meminta setiap kabupaten/kota di wilayahnya untuk bersabar menunggu kedatangan vaksin dari Jakarta, dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Pelaksanaan vaksinasi nantinya juga tidak hanya dilakukan di satu tempat guna menghindari kerumunan warga.

"Minat dari masyarakat untuk vaksinasi sangat tinggi, makanya pelaksanaan vaksinasi ini kami sarankan harus dilaksanakan di beberapa tempat jangan hanya satu tempat," ujar Syamsuar. (Antara)

Komentar

Berita Terkait