Dinkes Himbau Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan Saat Reaktif Covid 19

Hasil tes cepat antibodi yang reaktif justru mendeteksi imun tubuh sedang melawan virus.

Tasmalinda
Jum'at, 01 Januari 2021 | 18:45 WIB
Dinkes Himbau Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan Saat Reaktif Covid 19
Calon penumpang mengikuti rapid tes antigen di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (22/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraRiau.id - Saat hasil tes covid 19 memperlihatkan hasil yang reaktif, maka masyakat jangan khawatir berlebihan. Hal ini yang dihimbau Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepualauan Riau.

Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang Rustam di Tanjungpinang mengatakan hasil tes cepat antibodi yang reaktif justru mendeteksi imun tubuh sedang melawan virus.

Perlawanan itu memperkuat imun tubuh terhadap virus yang menyerang orang yang melakukan tes cepat tersebut.

"Virus itu bukan hanya COVID-19, melainkan bisa juga virus lainnya," katanya, Jumat (1/1/2021)

Baca Juga:Kisaran Harga Rapid Tes Antigen CePad UNPAD Rp120 Ribu, Ini Kelebihannya

Rustam mengatakan hasil tes cepat tidak selalu sama dengan hasil tes usap yang diperiksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Banyak warga yang hasil tes cepat antibodi, reaktif, namun hasil tes usap negatif.

"Sebaliknya, juga ada, yang hasil 'rapid test' (tes cepat) antibodi nonreaktif, namun hasil 'swab' (tes usap) positif. Instrumen yang dipergunakan tim medis adalah hasil 'swab'. 'Rapid test' hanya dijadikan sebagai penapisan awal," tuturnya.

Terkait dengan tes cepat antigen, Rustam menjelaskan tes cepat jenis ini untuk mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh manusia. Jika hasilnya positif berdasarkan tes cepat ini, belum tentu terkonfirmasi corona jenis COVID-19.

"Virus corona itu bermacam-macam sehingga perlu dilanjutkan pemeriksaan melalui metode PCR," ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah, ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.

Baca Juga:Kronologi Penemuan Mayat PNS Dinkes Telentang Dalam Kontrakan di Cilandak

"Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin," katanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini