alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dibongkar Pakar: 5 Skincare Abal-abal Terlaris 2020 Ini Ada Zat Berbahaya?

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati Senin, 21 Desember 2020 | 09:14 WIB

Dibongkar Pakar: 5 Skincare Abal-abal Terlaris 2020 Ini Ada Zat Berbahaya?
Ilustrasi: hati-hati dengan skincare abal-abal yang mengandung zat berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon (hidrokinon). (Shutterstock)

Perempuan perlu tahu nih lima skincare abal-abal terlaris di Indonesia padahal mengandung zat berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon.

SuaraRiau.id - Kaum perempuan harus hati-hati, karena kini banyak dijual skincare abal-abal yang menjanjikan hasil yang memuaskan dalam waktu singkat, karena menggunakan zat berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon (hidrokinon). Mulai dari pemutih hingga pembersih sehingga wajah jadi mulus alias kinclong.

Tak hanya menjanjikan hasil dalam waktu singkat, skincare abal-abal ini biasanya juga dijual dengan murah, sehingga banyak perempuan yang tergiur. Padahal, ini justru peringatan bagi Anda harus lebih berhati-hati dan curiga terhadap produk skincare tersebut.

Nah, agar tidak tertipu dan menyesal di kemudian hari, Pakar Dermatologis dr Richard Lee, MARS melalui Channel YouTubenya, mengungkap 5 merek krim wajah (skincare) abal-abal terlaris di Indonesia padahal mengandung zat berbahaya, seperti merkuri dan hidrokinon berdasarkan hasil laboratorium.

dr Richard Lee, MARS, saat mereview Klinskin, salah satu produk skincare yang laris di Indonesia padahal mengandung zat berbahaya. (Screenshot Channel YouTube dr Richard Lee MARS)
dr Richard Lee, MARS, saat mereview Klinskin, salah satu produk skincare yang laris di Indonesia padahal mengandung zat berbahaya. (Screenshot Channel YouTube dr Richard Lee MARS)

1. Rose

Baca Juga: Ini Cara Temukan Skincare yang Paling Sesuai dengan Kondisi Kulit

Krim wajah bernama Rose ini cukup mengejutkan, karena hanya dijual berkisar Rp 6.250 di e-commerce. Mungkin itu sebabnya krim wajah ini juga laris diminati banyak orang.

"Rose tidak ada nomor BPOM nya sudah saya cek. Adanya barcode, ada buat tahun tapi saya sudah bolak-balik dan tidak ketemu BPOM-nya. Ternyata hasilnya positif Mercury 0,5 persen. Angka ini sebenarnya cukup tinggi," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait