Mengenal Tengku Buwang Asmara, Raja Siak yang Diusulkan Jadi Pahlawan

Kepemimpinan Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah ini benar-benar melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

Eko Faizin
Rabu, 25 November 2020 | 17:28 WIB
Mengenal Tengku Buwang Asmara, Raja Siak yang Diusulkan Jadi Pahlawan
Makam Tengku Buwang Asmara, salah satu Raja Siak yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Makam tersebut terletak di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. [Suara.com/Alfat Handri]

Sepeninggal Raja Kecik, lanjut Wan Idris, penerusnya adalah Tengku Buwang atau Raja Muhammad atau dikenal juga dengan Sultan Mahmud gelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah. Tengku Buwang memimpin dari tahun 1746 hingga 1760.

"Sultan Tengku Buwang Asmara adalah sultan kedua Kerajaan Siak yang telah berjuang dalam waktu yang lama dan tidak kenal menyerah terhadap kompeni Belanda yang mencoba menguasai Kerajaan Siak," sebut Wan Idris.

Dari hasil kajian TP2GD itu, tambah Wan Idris, dikisahkan sebelum menjadi Sultan Tengku Buwang Asmara sudah menjalani perang bersama ayahnya Raja Kecik.

Sultan Mahmud juga dikenal berani dan andal serta memiliki taktik dan strategi perang yang sangat jitu, sehingga Kerajaan Siak menang telak dalam Perang Guntung.

"Perang Guntung ini berlangsung lebih dari satu kali yang mana pasukan Siak yang mengarungi Sungai Siak untuk sampai ke sana. Dinamakan dengan Perang Guntung (1752-1759)," jelasnya, saat menceritakan perjuangan heroik Sultan Tengku Buwang Asmara.

Untuk diketahui, kenapa perang itu dinamai Perang Guntung karena lokasi terjadi perang berada di Pulau Guntung yang sekarang dikenal dengan nama Selat Guntung di Kecamatan Sabah Auh, Kabupaten Siak.

Kontributor : Alfat Handri

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini