Itulah kenapa kata Prita, dalam berbismis penting untuk mengenali target pasar dari barang atau hasa yang ditawarkan.
"Mulai dari yang sanggup dikerjakan, lalu bergerak ke pasar lebih luas dengan bantuan media sosial seperti WhatsApp Group, Instagram atau platform e-commerce," jelas Prita.
Sedangkan untuk endorse, usahakan yang tidak berbayar tapi tidak boleh memaksa. Tapi jika melakukan endorse yang berbayar, risikonya belum tentu mendorong penjualan, tapi bisa berimbas pada pengetahuan orang tentang produk Anda.
3. Gunakan modal sendiri
Baca Juga:Cara Sukses Membuat Konsumen Kembali ke Toko Anda
Tips ketiga ini harus berprinsip easy atau memudahkan, jangan pernah mempersulit diri sendiri saat memulai usaha. Terlebih kata Prita, jangan memulai bisnis dari berhutang.
"Kumpulkan dulu uangnya atau kamu bisa menjual aset menganggur yang ada di rumah, seperti barang koleksi atau garage sell, barang yang sudah tidak terpakai," katanya.
4. Buat pembukuan sederhana
Meskipun perputaran uang sedikit, pembukuan dalam usaha adalah keharusan. Banyak bisnis yang merasa tidak mendapat keuntungan karena lalai dalam pembukuan, seperti biaya produksi, beban transportasi dan sebagainya.
"Mulai menghitung biaya dan beban produksi, pembukuan harus dibuat berkala dan disimpan rapi di komputer dan diarsip," jelasnya.
Baca Juga:Kebenaran Surat Masa Lalu Terkuak, Bocoran Start-Up Episode 9 dan 10
5. Pisahkan rekening tabungan pribadi dan bisnis