Eko Faizin
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Suasana unjuk rasa mahasiswa BEM Unilak dan UIR di depan gerbang Kantor Gubernur Riau, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa gabungan berunjuk rasa di Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Massa mendesak pemerintah mengatasi kabut asap karhutla yang menyebabkan ribuan warga menderita penyakit ISPA.
  • Sekda Riau menemui pengunjuk rasa dan menyampaikan rencana pertemuan lanjutan dengan Plt Gubernur Riau.

SuaraRiau.id - Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (20/10/2026). Mereka merupakan gabungan BEM Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Universitas Islam Riau (UIR).

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Massa mendesak Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, untuk menemui massa aksi dan memberikan penjelasan terkait langkah pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

"Karhutla sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Sudah banyak teman-teman kami terkena ISPA," ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Pantauan Suara.com, aksi demonstrasi dimulai sekitar pukul 14.25 WIB. Terlihat, mahasiswa Unilak menjadi rombongan pertama yang tiba di gerbang sebelah timur Kantor Gubernur Riau, tepatnya di kawasan Bundaran Zapin, Pekanbaru.

Mahasiswa Riau menilai penanganan karhutla harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama terhadap kesehatan.

Mahasiswa mengungkapkan, ribuan warga Riau dilaporkan menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat memburuknya kualitas udara.

Tak hanya kabut asap, mereka menyuarakan perihal beasiswa mahasiswa, tempat hiburan malam yang sempat viral terkait isu LGBT, hingga Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas).

Sekitar pukul 15.00 WIB, mahasiswa Universitas Islam Riau turut tiba di lokasi dan bergabung dengan massa Unilak.

Kehadiran mahasiswa UIR membuat aksi semakin ramai, dengan tuntutan utama yang sama, yakni mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kabut asap akibat karhutla.

"Kami datang kembali dengan tuntutan yang sama, yaitu soal kabut asap karhutla. Ini sudah menjadi keresahan seluruh masyarakat Riau," kata salah seorang orator dari mahasiswa UIR.

Selain persoalan lingkungan dan kesehatan, mahasiswa juga menyampaikan tuntutan terkait beasiswa, aktivitas tempat hiburan malam yang sempat menjadi sorotan publik, serta DBH migas dari pemerintah pusat untuk Pemprov Riau.

Mereka berharap berbagai persoalan tersebut mendapat perhatian dan penjelasan langsung dari pemerintah daerah.

Di tengah aksi, Sekda Riau, Syahrial Abdi, menemui para mahasiswa. Ia hadir mewakili Pemprov Riau karena SF Hariyanto sedang menjalankan agenda lain di luar kantor.

Syahrial mengatakan, pemerintah telah mendengar seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa sejak awal demonstrasi.

Ia menegaskan, kehadirannya bukan sekadar untuk menemui massa, melainkan juga mendengarkan langsung tuntutan yang disuarakan para demonstran.

"Saya selaku Sekretaris Daerah Provinsi Riau hadir bersama adik-adik di sini. Kami mendengar dari tadi apa yang adik-adik sampaikan. Kami tidak mendengar dari ruang tertutup," kata Syahrial di hadapan mahasiswa.

Terkait kabut asap, Syahrial menjelaskan bahwa hujan yang turun merupakan hasil operasi modifikasi cuaca yang dilakukan melalui kegiatan penerbangan.

Upaya tersebut menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu penanganan dampak karhutla di Riau.

Meski demikian, mahasiswa tetap meminta agar SF Hariyanto hadir secara langsung untuk berdialog dan memberikan tanggapan atas tuntutan mereka.

Syahrial kembali menjelaskan bahwa Plt Gubernur Riau tidak berada di kantor karena menghadiri kegiatan yang telah terjadwal.

"Pak SF Hariyanto tidak ada di sini. Pak Gubernur sedang menghadiri kegiatan yang sudah teragendakan. Saya yang bertanggung jawab untuk hadir hari ini menerima adik-adik semua," ujarnya.

Penjelasan tersebut belum membuat mahasiswa langsung membubarkan diri.

Massa melanjutkan aksi dengan menggelar teatrikal yang menggambarkan persoalan kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Di tengah berlangsungnya teatrikal, Syahrial sempat kembali masuk ke Kantor Gubernur Riau. Menjelang senja, ia kembali menemui mahasiswa dengan membawa kabar setelah menghubungi SF Hariyanto.

Syahrial menyampaikan bahwa Plt Gubernur Riau bersedia bertemu dengan perwakilan mahasiswa dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah Provinsi Riau akan menindaklanjuti rencana pertemuan tersebut melalui surat resmi yang dikirimkan kepada masing-masing rektor universitas.

"Saya baru saja menghubungi Plt Gubernur SF Hariyanto. Beliau bersedia bertemu dengan kalian dalam beberapa hari ke depan," ungkap Syahrial.

Kesepakatan untuk menggelar pertemuan lanjutan itu menjadi titik akhir aksi demonstrasi.

Setelah mendapatkan kepastian bahwa aspirasi mereka akan disampaikan langsung kepada Plt Gubernur Riau, mahasiswa Unilak dan UIR akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB.

Kontributor : Rahmat Zikri

Load More