- BBKSDA Riau menitipkan seekor harimau sumatera ke LK Kasang Kulim pada 19 Oktober 2026.
- Titip rawat dilakukan karena kandang rehabilitasi terbatas sambil menunggu hasil tes DNA dari UGM.
- Harimau masuk kandang jebak 8 September 2026 setelah insiden interaksi negatif di Semenanjung Kampar.
SuaraRiau.id - BBKSDA Riau menitipkan perawatan seekor harimau sumatera yang masuk dalam kandang jebak di Landskap Semenanjung Kampar ke Lembaga Konservasi (LK) Kasang Kulim, Kabupaten Kampar.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan harimau tersebut masuk kandang jebak pada 8 September 2026.
"Akan tetapi ketersediaan kandang rehabilitasi terbatas. Mempertimbangkan kondisi tersebut dan dalam rangka memudahkan pengecekan dan observasi serta proses evakuasi, Balai Besar KSDA Riau selanjutnya menitipkan perawatan sementara individu harimau sumatera itu di lembaga konservasi yang berada di Provinsi Riau yakni Kasang Kulim," katanya, Senin (19/10/2026).
BBKSDA Riau berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PR-HS) yang berada di Dharmasraya, Sumatera Barat untuk penanganan lebih lanjut satwa bernama latin Panthera tigris sumatrae ini.
Ujang menyatakan, pemilihan tempat penitipan sementara itu dikarenakan Kasang Kulim adalah lembaga konservasi yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor. 250/kptsII/1999 tanggal 28 April 1999 serta sudah memiliki sarana dan prasarana yang sudah memadai.
Hal itu dilakukan sambil menunggu hasil tes DNA yang sampelnya telah dikirimkan ke Laboratorium Universitas Gadjah Mada.
Dia menjelaskan, tes DNA dilakukan untuk identifikasi awal terhadap harimau sumatera tersebut apakah patut diduga merupakan individu suspect man eater.
Sebelumnya dilaporkan kejadian interaksi negatif antara manusia dan harimau sumatera di landskap Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan pada Juli 2026.
BBKSDA Riau melakukan pemantauan dengan cara pemasangan kamera dan kandang jebak.
Berdasarkan hasil pemantauan kamera jebak teridentifikasi bahwa harimau tersebut masih berkeliaran di seputaran lokasi kejadian.
Akhirnya harimau yang diduga memakan manusia itu masuk kandang jebak.
"Selama proses observasi dan menunggu hasil pengujian sampel DNA selesai, satwa harimau sumatera tersebut ditempatkan di kandang perawatan di LK Kasang Kulim dan kami telah meminta kepada pihak manajemen Kasang Kulim agar menutup dan mengisolasi kandang perawatan dari pengunjung," ungkapnya.
Selama perawatan di LK Kasang Kulim, kata dia, harimau sumatera itu tetap di bawah pengawasan tim Medis Balai Besar KSDA Riau bersama Tim Medis PKR Arsari serta LK Kasang Kulim untuk dilakukan observasi dan monitoring terhadap perkembangan kondisi harimau tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Harimau yang Mangsa 2 Orang di Pelalawan Dititipkan ke LK Kasang Kulim
-
Penggerebekan Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan 47 Kg Sabu
-
Tak Hanya Perbaiki SD Tripleks Viral, Polisi Kampar Sumbang Perlengkapan Sekolah
-
Mahasiswa Singgung Kinerja SF Hariyanto dan DPRD Riau Tangani Karhutla
-
Kembali ke Sekolah, Siswa di Pekanbaru Diwajibkan Pakai Masker