Eko Faizin
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:15 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Jalan Lingkar Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (8/10/2026) malam. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jalan Lingkar Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada Kamis malam, 8 Oktober 2026.
  • Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir pengendara yang menunjukkan kobaran api besar dan asap pekat di pinggir jalan.
  • Dampak kebakaran berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan, menurunkan kualitas udara, serta membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

SuaraRiau.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Riau, tepatnya kawasan Jalan Lingkar Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (8/10/2026) malam.

Api terlihat membakar lahan yang dipenuhi semak belukar dan vegetasi. Peristiwa ini terekam dalam video amatir dari seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan, video unggahan akun Instagram @seputarkampar_official, kobaran api tampak membakar lahan di sisi jalan hingga menerangi kawasan yang sebelumnya gelap.

Dalam video itu, perekam video terkejut melihat besarnya kobaran api. Ia kemudian meminta masyarakat untuk segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

"Woi kawan-kawan, kini rupanya karhutla yang ada di Bangkinang kawan-kawan. Hantu-hantu! Tolonglah tag admin/petugas, bertambah-tambah bakar ko Min, ha padamkan segera ko Min," ujarnya.

Asap yang cukup pekat juga terlihat berada di sekitar badan jalan sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

Melansir Riauonline—jaringan Suara.com, besarnya kobaran api menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan yang berada tidak jauh dari jalur yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Jika tidak segera dikendalikan, api dikhawatirkan dapat merambat ke area lain, terutama apabila kondisi vegetasi di sekitar lokasi cukup kering dan angin bertiup kencang.

Munculnya kebakaran di Bangkinang kembali mengingatkan bahwa ancaman karhutla di Riau belum sepenuhnya berakhir.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan.

Kebakaran dapat menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Load More