- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jalan Lingkar Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada Kamis malam, 8 Oktober 2026.
- Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir pengendara yang menunjukkan kobaran api besar dan asap pekat di pinggir jalan.
- Dampak kebakaran berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan, menurunkan kualitas udara, serta membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
SuaraRiau.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Riau, tepatnya kawasan Jalan Lingkar Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (8/10/2026) malam.
Api terlihat membakar lahan yang dipenuhi semak belukar dan vegetasi. Peristiwa ini terekam dalam video amatir dari seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan, video unggahan akun Instagram @seputarkampar_official, kobaran api tampak membakar lahan di sisi jalan hingga menerangi kawasan yang sebelumnya gelap.
Dalam video itu, perekam video terkejut melihat besarnya kobaran api. Ia kemudian meminta masyarakat untuk segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.
"Woi kawan-kawan, kini rupanya karhutla yang ada di Bangkinang kawan-kawan. Hantu-hantu! Tolonglah tag admin/petugas, bertambah-tambah bakar ko Min, ha padamkan segera ko Min," ujarnya.
Asap yang cukup pekat juga terlihat berada di sekitar badan jalan sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Melansir Riauonline—jaringan Suara.com, besarnya kobaran api menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan yang berada tidak jauh dari jalur yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Jika tidak segera dikendalikan, api dikhawatirkan dapat merambat ke area lain, terutama apabila kondisi vegetasi di sekitar lokasi cukup kering dan angin bertiup kencang.
Munculnya kebakaran di Bangkinang kembali mengingatkan bahwa ancaman karhutla di Riau belum sepenuhnya berakhir.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan.
Kebakaran dapat menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar
-
27 Ribu Rakyat Riau Terjangkit ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla
-
Sempat Kabur, Tahanan Kasus Narkoba di Lapas Pasirpengaraian Ditangkap
-
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby
-
Antrean BBM di Riau Tak Kunjung Reda, SF Hariyanto Panggil Pertamina