Eko Faizin
Selasa, 29 September 2026 | 11:41 WIB
Bangkai paus di hutan bakau perairan Sungai Bahale Indragiri Hilir pada Rabu (23/9/2026) malam. [Ist]
Baca 10 detik
  • Bangkai paus yang membusuk ditemukan terdampar di perairan Indragiri Hilir, Senin (28/9/2026), menghebohkan publik.
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan mengirim sampel darah dan visual ke BRIN Jakarta untuk mengidentifikasi jenis paus tersebut.
  • Hasil uji laboratorium dari BRIN untuk mengetahui jenis paus diperkirakan akan keluar dalam waktu satu bulan.

SuaraRiau.id - Penemuan bangkai paus yang terdampar perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghebohkan publik.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengirimkan sampel darah paus mati tersebut ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita belum bisa menyimpulkan dugaan paus jenis apa. Untuk memastikan jenisnya, kita sudah mengambil sampel darah untuk diperiksa BRIN di Jakarta. Mudah-mudahan satu bulan mendatang sudah diketahui hasilnya," ujar Penata Kelautan dan Perikanan KKP, Sefriyanto Permana, Senin (28/9/2026).

Sefriyanto menjelaskan, selain sampel darah, pihaknya juga mengirim foto dan visual sebagai pendukung untuk mengidentifikasi pasti jenisnya. 

Dia menyatakan, hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat mengungkap jenis paus tersebut dalam waktu sekitar satu bulan mendatang.

Sefriyanto mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan BRIN dan merencanakan pengiriman sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita sudah kontak pihak BRIN-nya, besok rencananya kita kirim sampelnya," ujarnya.

Menurut Sefriyanto, kondisi bangkai saat ditemukan menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi.

Tubuh paus tersebut sudah dalam posisi terbalik dan mengalami pembusukan sehingga sulit diamati secara menyeluruh.

Kondisi tubuh yang sudah membengkak dan melunak akibat pembusukan juga menyulitkan pengamatan karakteristik fisik satwa tersebut.

Selain itu, keterbatasan peralatan di lapangan membuat petugas tidak dapat membalikkan tubuh paus untuk melihat bentuk fisiknya secara utuh.

Peristiwa serupa juga pernah dilaporkan terjadi di Palembang. Namun, untuk membandingkan kedua kejadian tersebut, diperlukan informasi lebih lanjut.

Load More