- Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat 6.622 warga mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla dari 24 Agustus hingga 21 September 2026.
- Pemerintah menyiagakan 21 puskesmas dan Rumah Sakit Madani guna memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap.
- Kualitas udara di Kota Pekanbaru berangsur membaik menjadi baik dan sedang setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama dua hari.
SuaraRiau.id - Dinas Kesehatan Pekanbaru, mencatat ada 6.622 warga mengalami gangguan kesehatan sebagai dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pada periode 24 Agustus-21 September 2026, sebanyak 5.820 warga tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), 228 asma, dan 17 pneumonia.
Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan kasus gangguan kesehatan tersebut tercatat sejak pemerintah kota menetapkan status siaga darurat karhutla.
"Peningkatan kasus ISPA cukup terasa selama kabut asap melanda Pekanbaru. Dalam sehari rata-rata tercatat sekitar 300 kasus. Yang paling banyak itu penderitanya balita dan lanjut usia (lansia), masih ada yang dirawat," katanya, Rabu (23/9/2026).
Data tersebut, lanjutnya, dihimpun dari 21 pusat kesehatan masyarakat serta 30 rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Pekanbaru selama periode 24 Agustus hingga 21 September 2026.
Dinas Kesehatan Pekanbaru memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap terus diperkuat.
Sebanyak 21 puskesmas dan Rumah Sakit Madani disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Kunjungan ke puskesmas meningkat karena banyak yang terpapar ISPA. Sabtu-Minggu kami tetap buka layanan dan hari biasa kita buka sampai jam 9 malam," jelasnya.
Dengan jumlah warga terdampak yang telah mencapai 6.622 orang, Dinkes mengimbau masyarakat terutama kelompok rentan, seperti balita dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan kabut asap.
Namun begitu saat ini kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru mulai membaik usai diguyur hujan dalam dua hari terakhir.
Kualitas udara yang sebelumnya tidak sehat hingga berbahaya sekarang sudah menjadi baik dan sedang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes
-
BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium, Jaga Kesehatan dengan Layanan Eksklusif
-
BRI inFrame 2026 Hadir Lagi, Mengubah Kisah Ekonomi Kerakyatan Menjadi Karya Fotografi
-
BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem