- DPRD Riau saat ini sedang menggesa pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
- Komisi III DPRD Riau menyatakan pembentukan panitia khusus akan dilakukan setelah tahapan jawaban gubernur selesai dilaksanakan.
- Regulasi tersebut bertujuan mengatasi lambatnya perizinan agar mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
SuaraRiau.id - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang investasi digesa pembahasannya oleh DPRD Riau.
Ranperda tersebut nantinya digunakan sebagai landasan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih mudah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah mengatakan setelah penyampaian pandangan fraksi dalam rapat paripurna, tahapan berikutnya adalah penyampaian jawaban gubernur.
Selanjutnya, DPRD Riau akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas Ranperda Investasi.
"Sekarang tinggal di DPRD. Kemarin sudah paripurna pandangan fraksi, setelah itu jawaban gubernur. Setelah jawaban gubernur, pembentukan pansus," katanya.
Abdullah menyampaikan, keberadaan ranperda ivestasi sangat dibutuhkan untuk memberikan kepastian sekaligus kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Riau.
Aspek perizinan dan fasilitas investasi menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam regulasi tersebut.
Dia menyebut persoalan lambannya proses perizinan masih menjadi salah satu keluhan yang disampaikan kalangan investor.
Karena itu, Abdullah menilai penyederhanaan birokrasi perlu dilakukan agar proses investasi tidak terhambat oleh prosedur yang berbelit.
"Yang penting kaitannya dengan kemudahan perizinan, kemudahan fasilitas ketika investasi masuk, insentif fiskal itu. Termasuk keluhan-keluhan soal lambatnya perizinan. Birokrasinya ini harus dipangkas," tegasnya.
Abdullah menambahkan, peningkatan investasi diyakini dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian Riau.
Selain membuka lapangan pekerjaan baru, pertumbuhan investasi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Dengan kenaikan investasi, ini membuka lapangan kerja. Investasi naik, PAD naik, lapangan kerja bertambah, putaran ekonomi semakin baik," ujar politisi PKS tersebut.
Abdullah juga menilai investasi perlu diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan Riau.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah kelapa sawit, mengingat komoditas tersebut memiliki beragam produk turunan yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya
-
11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL
-
Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang