- Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kualitas udara Pelalawan tidak sehat akibat PM25 mencapai 104 pada Rabu, 19 Agustus 2026.
- BMKG Pekanbaru mencatat 40 titik panas di Pelalawan yang diduga memicu kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap.
- Asap dari Pelalawan terbawa angin ke Kota Pekanbaru sehingga menurunkan jarak pandang hingga 500 meter pada pagi hari.
SuaraRiau.id - Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Pelalawan terdeteksi tidak sehat berdasarkan indeks udara website Kementerian Lingkungan Hidup pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 10 WIB.
PM25 di wilayah tersebut tercatat 104 sehingga tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan.
Pada laman tersebut, juga disebutkan kondisi udara yang tidak sehat itu berbahaya bagi penderita asma.
Penderita sakit jantung harus waspada karena udara yang buruk bisa menyebabkan gejala seperti palpitasi/jantung berdetak lebih cepat, sesak nafas, atau kelelahan yang tidak biasa mungkin mengindikasikan masalah serius.
Setiap orang juga diharapkan mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan.
Pada Rabu (19/8/2026), BMKG Pekanbaru mencatat titik panas (hotspot) di Riau mencapai 87 dengan Pelalawan paling banyak yakni 40 titik.
Diketahui, kondisi ISPU seperti ini diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan pada Selasa (18/8/2026), kabut asap sempat menyelimuti Pekanbaru yang disebut berasal dari Pelalawan.
Asap dari wilayah Pelalawan diduga terbawa angin hingga ke Kota Pekanbaru. Hal ini turut memengaruhi jarak pandang yang sempat turun hingga 500 meter pada pagi hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, mengatakan arah angin di Pekanbaru lebih dominan dari tenggara hingga selatan.
Kondisi itu memungkinkan asap dari wilayah Pelalawan bergerak menuju Pekanbaru.
"Untuk arah angin lebih dominan dari arah tenggara sampai selatan. Kondisi ini yang memungkinkan adanya kiriman asap dari Pelalawan yang terbawa ke Pekanbaru," jelasnya, Selasa (18/8/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit
-
Indosat 5G di Pekanbaru, Bikin Streaming hingga Gaming Lancar Jaya
-
Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan
-
Hukuman Abdul Wahid Diperberat Jadi Empat Tahun Penjara
-
BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026