- Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menyatakan PT PNM mendampingi perempuan pengusaha ultra mikro untuk berdaya.
- Pendampingan tersebut memberikan pembiayaan modal sekaligus pengetahuan dan keterampilan bagi para keluarga prasejahtera.
- Program pemberdayaan ini bertujuan untuk membantu mengembangkan usaha kecil dan meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga.
SuaraRiau.id - Kemerdekaan Indonesia bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Bagi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, semangat tersebut diwujudkan melalui upaya mendampingi keluarga prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro, agar semakin berdaya dan mampu menumbuhkan masa depan keluarganya.
Semangat itu sejalan dengan tema peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Kedaulatan berarti Indonesia mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri, keadilan berarti setiap orang memiliki kesempatan untuk tumbuh, sementara kemakmuran berarti kemajuan dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat.
Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki mengatakan bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan hari ini dapat dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, memastikan keluarga prasejahtera memiliki kesempatan untuk berkembang.
"Kemerdekaan bukan hanya tentang seberapa jauh Indonesia tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, ketika kita mendampingi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, yang kita bangun bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan dan masa depan keluarganya," ujar Sunar.
Menurutnya, perjuangan para pengusaha ultra mikro sering kali berlangsung dalam bentuk yang sederhana.
Mereka membuka warung, berjualan makanan, berdagang kebutuhan sehari-hari, atau mengembangkan usaha rumahan. Namun, dari usaha-usaha tersebut, terdapat kehidupan keluarga yang terus bergerak.
Pendapatan dari usaha membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak, hingga memberikan ruang bagi keluarga untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, pemberdayaan menjadi bagian penting dalam perjalanan PNM mendampingi nasabah.
"Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun," lanjut Sunar.
Karena itu, PNM tidak memandang pembiayaan semata sebagai akses terhadap modal. Pembiayaan menjadi pintu masuk untuk menghadirkan pendampingan yang lebih luas melalui berbagai program pemberdayaan.
Nasabah tidak hanya didorong untuk mendapatkan tambahan modal usaha, tetapi juga dibekali pengetahuan, keterampilan, jejaring, serta kesempatan untuk mengembangkan kapasitas dirinya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena tantangan yang dihadapi pengusaha ultra mikro tidak berhenti pada keterbatasan modal.
Mereka juga menghadapi tantangan dalam mengelola usaha, memasarkan produk, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, hingga memperluas akses terhadap pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu
-
Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan
-
Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala