- Puluhan warga mengalami luka-luka akibat diserang kelompok tak dikenal di kebun sawit Rokan Hulu pada Jumat.
- Korban melaporkan penyerangan tersebut ke Polsek Tambusai Utara setelah sengketa lahan sawit yang dikelola PT Agrinas.
- PT Agrinas menyatakan bentrokan dipicu konflik internal koperasi, dan kasus kini ditangani oleh pihak kepolisian.
Rizaldi menyebut, jumlah korban luka sekitar 25 orang. Satu di antaranya kritis.
Sementara 28 orang rekannya yang lain masih berada di dalam kebun sawit dan belum diketahui nasibnya.
"Yang kami pikirkan kawan-kawan di dalam kebun sekitar 28 orang lagi. Belum tahu nasibnya sekarang," sebutnya.
Juru bicara masyarakat, Abdul Aziz mengatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Penegak hukum diminta mengusut tuntas kasus tersebut.
"Bahkan kami akan surati Presiden. Karena warga memang sedang memperjuangkan hak-haknya," ungkapnya.
Aziz menyebut, para korban diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang yang membawa berbagai senjata.
Dijelaskan Aziz, perkara ini dipicu oleh persoalan lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat seluas lebih kurang 2.000 hektare.
Lahan tersebut, lanjut dia, sebelumnya dipercayakan masyarakat dikelola PT Torganda dengan pola 'Bapak Angkat'.
Perusahaan kemudian menunjuk Koperasi Karya Bakti sebagai mitra. Masyarakat pun bergabung dengan koperasi tersebut.
Pada 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) datang menyita karena dianggap lahan PT Torganda masuk dalam kawasan hutan.
Lalu, lahan sitaan tersebut pengelolaannya diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara alias perusahaan negara.
"Dari hasil yang saya teliti, semua lahan yang dikelola PT Torganda itu, baik yang ada di Rokan Hulu, maupun di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara (kebetulan kabupatennya berdampingan), sumbernya berasal dari lahan masyarakat dan ada suratnya. Lahan yang sedang bersoal saat ini, suratnya diserahkan warga ke Koperasi Karya Bakti yang bekerja sama dengan Torganda. Jadi, sekarang surat tanah yang asli itu ada di Torganda," jelas Aziz.
Setelah diambil alih Agrinas, kata dia, masyarakat pemilik lahan ini tidak dapat apa-apa lagi dari kebun itu. Termasuk masyarakat lain di Rohul dan juga di Padang Lawas Utara, yang lahannya dikerjasamakan dengan Torganda.
Karena sudah tidak dapat apa-apa lagi, itulah makanya warga ingin mengambil kembali lahannya untuk masa depan mereka. Namun, upaya ini memicu bentrokan hingga penyerangan terhadap warga.
Sementara itu, Aziz menduga bahwa sekelompok orang yang menyerang warga melibatkan pihak PT Agrinas Palma Nusantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Herry Heryawan Naik Level Jadi Kabaharkam, Kapolda Riau Diganti Arman Achdiat
-
Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu