Eko Faizin
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:12 WIB
Sejumlah warga menjadi korban penyerangan orang tak dikenal di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). [Ist]
Baca 10 detik
  • Puluhan warga mengalami luka-luka akibat diserang kelompok tak dikenal di kebun sawit Rokan Hulu pada Jumat.
  • Korban melaporkan penyerangan tersebut ke Polsek Tambusai Utara setelah sengketa lahan sawit yang dikelola PT Agrinas.
  • PT Agrinas menyatakan bentrokan dipicu konflik internal koperasi, dan kasus kini ditangani oleh pihak kepolisian.

Rizaldi menyebut, jumlah korban luka sekitar 25 orang. Satu di antaranya kritis.

Sementara 28 orang rekannya yang lain masih berada di dalam kebun sawit dan belum diketahui nasibnya.

"Yang kami pikirkan kawan-kawan di dalam kebun sekitar 28 orang lagi. Belum tahu nasibnya sekarang," sebutnya.

Juru bicara masyarakat, Abdul Aziz mengatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Penegak hukum diminta mengusut tuntas kasus tersebut.

"Bahkan kami akan surati Presiden. Karena warga memang sedang memperjuangkan hak-haknya," ungkapnya.

Aziz menyebut, para korban diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang yang membawa berbagai senjata.

Dijelaskan Aziz, perkara ini dipicu oleh persoalan lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat seluas lebih kurang 2.000 hektare.

Lahan tersebut, lanjut dia, sebelumnya dipercayakan masyarakat dikelola PT Torganda dengan pola 'Bapak Angkat'.

Perusahaan kemudian menunjuk Koperasi Karya Bakti sebagai mitra. Masyarakat pun bergabung dengan koperasi tersebut.

Pada 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) datang menyita karena dianggap lahan PT Torganda masuk dalam kawasan hutan.

Lalu, lahan sitaan tersebut pengelolaannya diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara alias perusahaan negara.

"Dari hasil yang saya teliti, semua lahan yang dikelola PT Torganda itu, baik yang ada di Rokan Hulu, maupun di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara (kebetulan  kabupatennya berdampingan), sumbernya berasal dari lahan masyarakat dan ada suratnya. Lahan yang sedang bersoal saat ini, suratnya diserahkan warga ke Koperasi Karya Bakti yang bekerja sama dengan Torganda. Jadi, sekarang surat tanah yang asli itu ada di Torganda," jelas Aziz.

Setelah diambil alih Agrinas, kata dia, masyarakat pemilik lahan ini tidak dapat apa-apa lagi dari kebun itu. Termasuk masyarakat lain di Rohul dan juga di Padang Lawas Utara, yang lahannya dikerjasamakan dengan Torganda.  

Karena sudah tidak dapat apa-apa lagi, itulah makanya warga ingin mengambil kembali lahannya untuk masa depan mereka. Namun, upaya ini memicu bentrokan hingga penyerangan terhadap warga.

Sementara itu, Aziz menduga bahwa sekelompok orang yang menyerang warga melibatkan pihak PT Agrinas Palma Nusantara.

Load More