- Mantan Kadis PUPR Riau, Arief Setiawan, mengakui kesalahannya dalam kasus korupsi pada sidang di PN Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).
- Arief meminta majelis hakim menindak adil pihak lain yang diduga menerima dana lebih besar dalam perkara suap tersebut.
- Terdakwa memohon pertimbangan hakim terkait dakwaan karena mengaku tidak memiliki niat pribadi atas aliran dana yang ia terima.
SuaraRiau.id - Mantan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Riau, Arief Setiawan tampak berurai air mata saat menghadiri sidang kasus dugaan korupsi yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).
Arief menangis saat diberi kesempatan menyampaikan pernyataan kepada majelis hakim. Dengan suara bergetar, dia mengaku bersalah atas perbuatannya.
Dia memohon agar penegakan hukum dilakukan secara adil terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, baik penerima maupun pemberi.
"Saya ingin keadilan juga, Yang Mulia, terhadap pihak-pihak yang menerima, yang memberi juga. Diberikanlah seperti saya," kata Arief dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (1/7/2026).
Dia mengungkapkan, dirinya mempertanyakan mengapa pihak-pihak yang menurutnya menerima lebih banyak justru tidak diproses sebagaimana dirinya.
Arief berharap majelis hakim mempertimbangkan hal tersebut dalam memutus perkara yang dihadapinya. Ia juga meminta agar dakwaan yang dikenakan kepadanya dapat dipertimbangkan.
Menurutnya, dia tidak memiliki niat melakukan suap karena uang yang diterimanya bukan untuk kepentingan pribadi.
"Saya mengakui salah, namun orang-orang yang lebih menerima kok tidak diapa-apakan, Yang Mulia. Saya tidak punya niat apa-apa. Uang itu pun rencananya bukan untuk saya, dan saya juga tidak kenal orang yang memberikannya," katanya.
Arief turut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ancaman pidana yang dihadapinya.
Ia memohon kepada majelis hakim agar mempertimbangkan seluruh fakta yang terungkap selama persidangan sebelum menjatuhkan putusan.
Pernyataan itu disampaikan Arief di akhir persidangan saat majelis hakim memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara secara langsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu
-
Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan
-
Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala