- Aula Musyawarah Warga Qianmen di Beijing menjadi wadah partisipasi warga untuk mengelola lingkungan permukiman tradisional sejak 2012.
- Masyarakat menggunakan metode lima tahap keterlibatan untuk menyelesaikan berbagai masalah lingkungan serta fasilitas umum secara mandiri.
- Model tata kelola akar rumput ini berhasil meningkatkan solidaritas sosial sekaligus melestarikan karakter budaya kawasan bersejarah tersebut.
Salah satu ciri khas Aula Musyawarah warga Qianmen adalah penerapan metode kerja yang dikenal sebagai "Lima Tahap Keterlibatan Warga" (Wumin Gongzuofa).
Mekanisme ini mencakup lima proses utama, yaitu pengajuan usulan oleh warga, pembahasan bersama warga, pengambilan keputusan bersama, pelaksanaan oleh warga, serta evaluasi hasil oleh warga.
Melalui pendekatan ini, kata Tian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan publik, tetapi juga berperan sebagai peserta aktif dalam seluruh proses pengambilan keputusan.
Dalam praktiknya, Aula Musyawarah Warga telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan hutong bersejarah Beijing.
Dia menjelaskan, kawasan yang berdiri sejak Dinasti Yuan 700 tahun lalu itu telah dipugar tanpa mengubah bentuk asli. Kini, sudah dilengkapi penginapan dan toilet yang modern.
"Untuk lebar lorong sekitar 2 hingga 4 meter, sementara panjang gang kurang lebih 800 meter," ungkap Tian.
Ia menceritakan pada tahun 2019, Presiden Xi Jinping mengunjungi kawasan ini. Pada saat itu, Presiden menyaksikan langsung musyawarah di aula tersebut.
Lebih lanjut, Tian menuturkan bahwa mereka mendapat dana dari pemerintah yang diajukan melalui musyawarah desa.
Sedangkan ketua (setingkat lurah) kawasan dipilih, sementara proses berjalannya kepemimpinan diawasi pemerintah.
Diketahui, aula musyawarah yang didirikan sejak 2012 telah berkembang menjadi model penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai urusan publik, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan komunitas.
Konsep aula musyawarah ininlahir dari kebutuhan masyarakat setempat untuk memiliki ruang komunikasi yang terbuka dan setara.
Berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti renovasi lingkungan, peningkatan fasilitas umum, pengelolaan sampah, perbaikan jaringan gas, hingga kegiatan kebudayaan masyarakat, dibahas secara bersama-sama melalui mekanisme musyawarah.
Dengan prinsip "urusan warga dibahas oleh warga, dan keputusan warga ditentukan oleh warga", aula ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan komunitas mereka sendiri.
Ketika komunitas menghadapi kebutuhan pembangunan tempat parkir sepeda, perbaikan halaman bersama, atau pengaturan fasilitas publik, warga dapat berkumpul di aula untuk mendiskusikan rencana yang diajukan.
Berbagai pendapat didengarkan secara terbuka sebelum keputusan akhir ditetapkan melalui musyawarah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Klaim Karhutla Sudah Lenyap, BPBD: Asap di Riau dari Provinsi Tetangga
-
Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara
-
Siak Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Level Tidak Sehat
-
Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah
-
Detik-detik Kelahiran Anak Gajah di Kawasan Konservasi TNTN