Eko Faizin
Rabu, 20 Mei 2026 | 21:07 WIB
Program Mekaarpreneur dari PNM memberdayakan pengusaha ultra mikro. [Ist]
Baca 10 detik
  • PNM menghadirkan pembiayaan bagi usaha ultra mikro melalui Mekaarpreneur.
  • Program ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga pendampingan.
  • Ada juga proses belajar, penguatan mental usaha dan pengembangan produk.

SuaraRiau.id - Di tengah pembahasan mengenai akses pembiayaan bagi usaha ultra mikro, ada satu hal yang sering luput dari perhatian bahwa modal bukan satu-satunya kebutuhan untuk bertumbuh.

Banyak usaha dari rumah tangga sesungguhnya memiliki daya juang tinggi, produk yang potensial, bahkan pasar yang terbuka.

Namun tanpa akses pengetahuan, jejaring, kepercayaan diri dan pendampingan yang tepat, usaha mereka kerap jalan di tempat. Inilah yang membuat program Mekaarpreneur dari PNM menjadi relevan.

Program ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga tentang bagaimana pengusaha ultra mikro didampingi untuk naik kelas melalui proses inkubasi bisnis yang lebih terarah.

Ada proses belajar, penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga cara melihat peluang pasar secara lebih luas.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Yuliana Dewi Putri adalah salah satu yang merasakan manfaatnya.

Produk herbal Drink Putri kini semakin mantap ia besarkan setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur dan menjadi juara 1 di lingkup Bekasi – Jakarta.

"Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok," ungkapnya bangga.

Di berbagai wilayah para nasabah dengan perkembangan skill dan pengetahun yang progresif keluar menjadi juara Mekaarpreneur.

Pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol perubahan cara pandang.

Mereka mendapatkan pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak pernah terbayangkan seperti belajar mempresentasikan usaha, memahami strategi bisnis, membangun branding, hingga berinteraksi dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih profesional.

Bagi banyak pengusaha ultra mikro, pengalaman seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan.

Pendampingan membuat mereka merasa usahanya layak diperjuangkan. Mereka tidak lagi berjalan sendiri. Ada ruang belajar, ada pihak yang percaya, dan ada kesempatan untuk berkembang.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tantangan pengusaha ultra mikro tidak berhenti pada keterbatasan modal.

Banyak dari mereka menghadapi persoalan mendasar seperti kurangnya literasi bisnis, akses pasar yang terbatas, belum memahami pengelolaan keuangan, hingga minimnya keberanian untuk mengembangkan usaha.

Load More