- Menantu menjadi dalang pembunuhan sadis mertua di Pekanbaru.
- Pelaku membawa suami siri dan dua rekan untuk melancarkan aksinya.
- Sakit hati dan ingin menguasai harta menjadi motif kejahatan mereka.
SuaraRiau.id - Tabir gelap di balik kasus pembunuhan ibu rumah tangga (IRT) Dumaris Isni Sitio (60) warga Jalan Kurnia 2, Rumbai Pesisir, Pekanbaru akhirnya mulai terungkap.
Ternyata, peristiwa itu bukan sekadar perampokan biasa, tragedi berdarah ini ternyata diotaki oleh orang dekat korban yang tak lain adalah menantu sendiri.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026), polisi membeberkan fakta mengejutkan di balik aksi keji yang melibatkan empat orang tersangka tersebut.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, mengungkapkan bahwa otak dari aksi ini adalah seorang wanita berinisial AFT (21) yang merupakan menantu korban.
AFT tidak beraksi sendirian, ia menggandeng suami sirinya, SL (34), serta dua rekannya, EW alias Iwan (39) dan LB (22).
"Motif utamanya adalah akumulasi sakit hati. Tersangka AFT mengaku sering dimarahi dan diperlakukan tidak baik oleh korban selama mereka tinggal bersama," ujar Kombes Muharman.
Selain rasa sakit hati, para pelaku juga mengincar harta benda milik korban untuk dikuasai. Sebelumnya mereka juga pernah merampok di rumah tersebut.
Fakta lebih mengerikan diungkapkan oleh Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua. Ia menyebut kasus ini sebagai perampokan dan pembunuhan berencana yang sangat dingin.
"Awalnya mereka berniat mencuri bahkan sudah emapa kali menguntai. Mereka sebelumnya sudah pernah merampok rumah korban. Namun, dalam perjalanan dari Medan menuju Pekanbaru, niat jahat itu bereskalasi menjadi rencana pembunuhan," ungkap Hasyim.
Bahkan, polisi menemukan indikasi bahwa para pelaku sempat merencanakan untuk menghabisi empat orang sekaligus yang berada di dalam rumah tersebut, meski pada akhirnya hanya Dumaris yang menjadi korban keganasan mereka.
Dalam eksekusinya, SL berperan sebagai eksekutor yang memukul korban menggunakan balok kayu hingga nyawa lansia tersebut melayang.
Setelah memastikan korban tak bernyawa, para pelaku menggasak barang berharga dan melarikan diri.
Pelarian para pelaku terbilang cukup jauh. Setelah sempat berpencar di Kota Medan, pasangan siri SL dan AFT melarikan diri ke wilayah Aceh untuk bersembunyi di rumah kerabat. Namun, pelarian mereka berakhir antiklimaks.
Berkat sinergi lintas wilayah antara Polda Riau, Polda Sumatera Utara, dan Polda Aceh, para pelaku berhasil diringkus hanya dalam waktu satu jam setelah SL dan AFT tiba di lokasi persembunyian mereka di Aceh.
"Para tersangka selanjutnya akan diproses dan ditahan di sel tahanan Polresta Pekanbaru," tegas Hasyim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Warga Pekanbaru Antre Panjang di SPBU, Pertamina Klaim Tambah Pasokan BBM
-
Menantu Jadi Dalang Pembunuhan Mertua: Sakit Hati, Bawa Kabur Barang Berharga
-
Kasus Lansia Tewas Dihajar di Pekanbaru: Pencurian Jadi Pembunuhan Berencana
-
Eks Finalis Puteri Indonesia Jadi Dokter Gadungan, Sempat Tersandung Isu Pelakor
-
Mengapa Eks Menantu Cs Merampok dan Tega Bunuh IRT di Pekanbaru?