- Warga Pekanbaru mengaku kesulitan mendapatkan BBM belakangan ini.
- Keluhan lain ialah warga harus mengantre lama untuk mendapatkan BBM.
- Sementara harga bensin eceran di kota tersebut mengalami kenaikan.
SuaraRiau.id - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax 92 dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan warga Pekanbaru.
Bahkan, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU hingga memicu kenaikan harga di tingkat eceran.
Warga Pekanbaru, Santi mengatakan kondisi tersebut cukup menyulitkan karena harus mengantre lama untuk mendapatkan BBM.
"Beberapa hari ini memang sulit mencari Pertalite ataupun Pertamax di SPBU. Kalaupun ada, harus antre lama," jelasnya dikutip dari Antara.
Santi menambahkan, kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi.
"Kadang terpaksa beli eceran di pinggir jalan, harganya sudah naik jadi Rp14 ribu per liter, biasanya Rp12 ribu,” katanya.
Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan tampak mengular hingga ke badan jalan, bahkan memicu kepadatan arus lalu lintas.
Petugas kepolisian terlihat turun langsung mengatur lalu lintas agar antrean tidak semakin memperparah kemacetan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Teddy, mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan di lapangan untuk mencegah adanya penyelewengan distribusi BBM.
Polda Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Kita sudah turun dan memberikan peringatan penyelewengan penimbun di semua SPBU. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panic buying," katanya.
Kelangkaan BBM di tingkat SPBU ini berdampak langsung pada masyarakat, baik dari sisi waktu akibat antrean panjang maupun peningkatan pengeluaran karena harga BBM eceran yang lebih tinggi.
Sementara Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menilai peningkatan konsumsi BBM ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode libur panjang pada 1-3 Mei 2026.
Kondisi tersebut, menurut Pertamina menyebabkan kepadatan di beberapa SPBU, terutama pada jam-jam tertentu.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Kabupaten-Kota di Riau Diminta Sesuaikan Pembelajaran Imbas Kabut Asap
-
Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos
-
Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla
-
Kabut Asap, Sekolah di Rokan Hulu Kembali Perpanjang Belajar dari Rumah
-
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Terbatas